Beranda Warganet Pernikahan Mabang Handak – Warisan Budaya Takbenda

Pernikahan Mabang Handak – Warisan Budaya Takbenda

Kayuagung (ANTARA) – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) telah menetapkan perkawinan adat Mabang Handak dan lelang lebak lebung sebagai warisan budaya takbenda yang berasal dari Kabupaten Ogan Comering Ilir, Sumatera Selatan.

Bupati Ogan Comering Ilir Iskandar di Kayuagung mengatakan, Sabtu, pemerintah kabupaten telah menerima salinan sertifikat WBTb yang telah diserahkan kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan.

Pernikahan Mabang Handak dan Lelang Lelang Lelang merupakan bagian dari kekayaan budaya Kabupaten Ogan Comering Ilir yang sarat makna dan nilai luhur.

Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten OKI terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat bahwa pernikahan di Mabang Handak dan lelang Lebak Lebung telah menjadi bagian dari warisan budaya negara.

Pernikahan Mabang Handak dengan suku Kayu Agung merupakan upacara pernikahan yang mewah, dimana pengantin pria harus memenuhi tuntutan dan persyaratan pihak wanita.

Perkawinan Mabang Handak dalam masyarakat Kayuagung merupakan tataran tertinggi dalam sistem perkawinan karena terdapat proses dan urutan yang dapat berlangsung selama tujuh hari tujuh malam.

Dan pelelangan Lebak Lebung merupakan sistem yang diturunkan secara turun temurun dalam proses penangkapan ikan di Sungai Lebak.

Di Kabupaten OKI, Lebak Lebung telah menetapkan peraturan daerah, sehingga kearifan lokal ini diharapkan lestari dan tidak lekang oleh waktu.

“Kita terus komunikasikan untuk melestarikan budaya ini untuk anak cucu kita,” ujarnya.

Tujuannya tidak lain untuk mempengaruhi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Upaya tersebut juga merupakan wujud komitmen pemerintah kabupaten terhadap pengembangan sektor pariwisata, ternyata pelelangan Mabang Handak dan Lebak Lebung juga dapat dijadikan kegiatan pariwisata.

Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah kabupaten berharap mendapat bantuan langsung dari pemerintah provinsi kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Artikel sebelumyaWamenag: Haji harus jadi katalis dan bagian dari pembangunan masyarakat
Artikel berikutnyaPekalongan mulai vaksinasi ibu hamil