Beranda Nusantara Pengiriman burung ilegal ke Gunung Merapi dicegah kemarin

Pengiriman burung ilegal ke Gunung Merapi dicegah kemarin

Jakarta (ANTARA) – Saluran berita humaniora ANTARA menyajikan berita terhangat pada Senin (9 Juni), di antaranya Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah yang mencegah pergerakan ribuan burung secara ilegal dan lahar merah panas Gunung Merapi. . …

Selain itu, vaksinasi jemaah haji dan informasi varian MU COVID-19 juga dapat dilihat selengkapnya pada ikhtisar berita terpopuler berikut ini:

BKSDA Kalteng Menekan Pengiriman Ribuan Burung Secara Ilegal

Badan Perlindungan Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah telah berhasil mencegah pergerakan ilegal 2.044 burung, baik jenis yang dilindungi maupun yang tidak dilindungi, dan melepaskannya ke dalam Suaka Margasatwa Lamandau.

Wakil Menteri Kesehatan: Kekebalan kelompok tercapai ketika sebagian besar warga negara divaksinasi.

Wakil Menteri Kesehatan (Vamenkes) Dante Saxono Harbuvono mengatakan kekebalan kelompok akan tercapai jika sebagian besar penduduk divaksinasi COVID-19.

Kemenkes ingatkan calon jemaah haji perlu vaksinasi

Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan RI Budi Sylvanas mengingatkan kepada seluruh calon jemaah haji yang ingin menunaikan ibadah haji agar memenuhi persyaratan vaksinasi COVID-19 sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Ahli Virologi: Varian MU dari COVID-19 tidak menyebar secepat varian delta

Ahli virologi Universitas Udayana Bali, Profesor Yi Gusti Ngurah Kade Mahardika mengatakan, penyebaran virus COVID-19 varian MU tidak terjadi secepat varian delta.

Longsoran lahar panas melanda Gunung Merapi 19 kali

Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah pada Senin pukul 00:00 hingga 06:00 WIB menyemburkan 19 kali lahar pijar dengan jarak luncur maksimum 1000 hingga 1500 meter ke arah barat daya.

Artikel sebelumyaBMKG mewaspadai potensi hujan sedang hingga lebat dan angin kencang.
Artikel berikutnyaMenteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan: Partisipasi masyarakat dalam kehutanan terus meningkat