Beranda Nusantara Pengamat: Konversi ke EBT masuk akal dan implementasinya perlu didukung.

Pengamat: Konversi ke EBT masuk akal dan implementasinya perlu didukung.

Indonesia sangat membutuhkan transformasi energi

Jakarta (ANTARA) – Transisi menuju energi baru dan terbarukan (EBT) yang ingin dicapai Presiden Joko Widodo merupakan langkah tepat yang perlu didukung dengan implementasi di lapangan, menurut Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa.

“Apa yang dikatakan presiden itu benar dan benar, Indonesia harus melakukan transformasi energi,” kata Fabbi saat dihubungi ANTARA dari Jakarta, Senin.

Fabbi menekankan, pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih dapat dicapai jika didorong oleh sistem yang berkelanjutan.

Untuk mencapai pertumbuhan hijau, kata dia, aspek sosial dan lingkungan harus diperhatikan. Salah satunya adalah pengurangan pencemaran lingkungan dan dampak gas rumah kaca terhadap lingkungan.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo dalam Sidang Tahunan MPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, menegaskan transisi ke EBT dan percepatan transisi menuju ekonomi hijau akan menjadi perubahan penting dalam perekonomian Indonesia.

Pekerjaan terus mengkonsolidasikan kekuatan penelitian nasional untuk menyelaraskan dengan agenda pembangunan nasional, kata presiden.

Mengenai transisi ke EBT itu sendiri, Fabby mengatakan bahwa tujuan tersebut harus diintegrasikan ke dalam perencanaan pembangunan yang menjadi dasar pelaksanaan program secara menyeluruh dan dilaksanakan secara nyata.

Transisi tersebut bisa dimulai dengan implementasi awal oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Selain itu, Indonesia juga memiliki potensi sumber energi lain seperti energi matahari, air, panas bumi dan biomassa. Pemanfaatan energi surya dapat dilakukan oleh anggota masyarakat secara langsung melalui pemanfaatan panel surya pada atap rumah.

“Menurut saya, jika Indonesia ingin mencapai dekarbonisasi pada 2060, semua sumber energi terbarukan kita harus dikembangkan dan digunakan,” katanya.

Artikel sebelumyaYogyakarta Perkenalkan Gelang Vaksinasi Untuk Kemudahan Identifikasi
Artikel berikutnyaBMKG memperingatkan kemungkinan bencana alam di Aceh karena anomali cuaca