Beranda News Pengamat: Ketegasan Presiden Jokowi dalam membenahi situasi kepolisian patut diacungi jempol

Pengamat: Ketegasan Presiden Jokowi dalam membenahi situasi kepolisian patut diacungi jempol

Jika ini tidak diperbaiki, akhirnya kerja polisi akan merugikan kerja Jokowi juga.

Jakarta (ANTARA) – Ali Armunanto, pengamat politik Universitas Hasanuddin Makassar, mengatakan ketegasan Presiden Joko Widodo dalam membangun kembali Polri Institute patut diacungi jempol.

“Saya kira ini sangat perlu dilakukan dan patut diapresiasi karena tingkat kepercayaan masyarakat terhadap polisi telah menurun setelah beberapa insiden dan kebrutalan polisi selama ini,” kata Ali dalam sebuah pernyataan, Jumat di Jakarta.

Menurutnya, langkah terakhir yang diambil Presiden Joko Widodo jelas menunjukkan keinginannya untuk meningkatkan citra Polri menjadi lebih baik.

Sementara itu, SETARA Institute menyatakan bahwa Polri harus menjalankan amanahnya sesuai dengan amanat yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo yang dengan tegas, profesional dan penuh kesadaran menjalankan amanahnya.

“Tidak ada jalan lain bagi Polri selain mempercepat reformasi atas dasar proyek yang komprehensif, berbasis bukti dan berkelanjutan. SETARA Hendardy Institute.

Ia mengatakan, tuntutan polisi untuk membenahi kondisi internal terus disuarakan masyarakat karena baik buruknya institusi juga bisa mempengaruhi bagaimana kinerja Presiden Joko Widodo dinilai.

“Jika situasi tidak membaik, akhirnya kerja polisi juga akan merugikan kerja Jokowi karena Jokowi adalah Kapolri,” kata Hendardy.

Belakangan ini polisi menjadi sorotan setelah kasus pembunuhan Brigjen J yang menyeret banyak perwira tinggi dan menengah ke pengadilan, kemudian gagal mencegah potensi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang, dan dugaan keterlibatan oknum polisi. salah satu jenderal dalam perdagangan narkoba.

Presiden Jokowi pun tak tinggal diam saat bertemu langsung dengan para pejabat tinggi dan menengah di Istana Negara. Dalam arahannya, presiden menginstruksikan untuk membenahi kepolisian.

Kapolri Jenderal Listjo Sigita Prabowo diminta menindak tegas anggotanya yang melanggar aturan. Presiden juga ingin polisi melepaskan kemewahan dan lebih peka terhadap kondisi masyarakat yang sedang krisis.

“Instruksi langsung Presiden Jokowi kepada 559 pejabat Polri dari Mabes Polri, Polda dan Polres merupakan agenda luar biasa yang menggambarkan kemarahan Presiden atas tindakan institusi Polri dalam memenuhi amanat konstitusi untuk menjaga keamanan, memberikan perlindungan dan pelayanan publik. dan penegakan hukum,” kata Hendardi.

Atas permintaan Presiden Jokowi, menurut Hendardi, internal Polri harus tegas dan percaya diri. Jika terlihat ragu dan bimbang, hal ini akan semakin mengurangi kepercayaan masyarakat.

Artikel sebelumyaLulusan Fakultas Kehutanan UGM bersaksi keaslian ijazah Jokowi
Artikel berikutnyaBawaslu berharap pemuka agama bisa terlibat dalam pencegahan kebijakan moneter di Pilkada 2024.