Beranda News Pengacara Moeldoco memberi waktu kepada peneliti ICW untuk mengklarifikasi tuduhan mereka

Pengacara Moeldoco memberi waktu kepada peneliti ICW untuk mengklarifikasi tuduhan mereka

Jakarta (ANTARA) – Pengacara Kepala Staf Presiden Moeldoco Otto Hasibuan memberikan waktu kepada peneliti Indonesian Corruption Watch (ICW) Egi Primayoga untuk mengklarifikasi dugaan keterlibatan Moeldoco dalam bisnis ivermectin dan beras.

“Sebagai kuasa hukum yang mewakili Pak Moeldoco, saya memberikan kesempatan satu hari kepada ICW, dalam hal ini Egi Primayogha, untuk membuktikan dakwaan saya,” kata Hasibuan dalam konferensi pers virtual yang disaksikannya di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan peneliti ICW telah diberi kesempatan untuk mencari keadilan. Menurut dia, Moeldoko berpesan kepada tim pengacara untuk menyelesaikan masalah dengan baik, transparan, diam-diam dan, sebagai upaya terakhir, pergi ke pengadilan.

“Kesempatan ini untuk Adiljadi Pak Moeldoco tidak merasa telah melampaui mandatnya, seolah-olah dia anti kritik. Saya dengan ini meminta ICW diberi kesempatan untuk membuktikan setiap 24 jam sekali bahwa klien kami berburu sewa di bisnis ivermectin dan terlibat dalam bisnis beras, ”katanya.

Jika Primayoga tidak dapat membuktikannya, Hasibuan memintanya untuk menarik atau mengklarifikasi pernyataan tersebut dan meminta maaf secara terbuka melalui media cetak dan elektronik untuk membersihkan nama baik Moeldoko yang menurutnya telah tercemar.

“Jadi buktikan dulu, saudara Egi, buktikan. Jika Anda tidak dapat membuktikannya, kami meminta Anda untuk menariknya secara publik melalui media. Jika saudara Egi tidak dapat membuktikannya, jangan mundur atau minta maaf. tentunya dengan sangat menyesalkan hal ini akan kami informasikan kepada pihak berwajib,” ujar Hasibuan.

Ia menegaskan, kliennya tidak memiliki hubungan atau hubungan hukum dengan PT Harsen Laboratories sebagai produsen ivermectin.

Moeldoko, selaku Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Indonesia, juga tidak bekerja sama dalam bisnis beras dengan PT Noorpay Nusantara Perkasa, di mana putrinya menjadi pemegang saham.

Menurut Otto, Egi Primayoga sering menyebut posisi kepala pemerintahan presiden dalam pernyataannya, sehingga mencemarkan nama baik Moeldoko.

“Tuduhan terhadap ICW tidak bertanggung jawab karena merupakan pencemaran nama baik dan pencemaran nama baik terhadap klien kami dan merusak nama baik klien kami, baik secara pribadi maupun sebagai kepala pemerintahan presiden, karena ICW berulang kali dalam siarannya melalui Egi selalu menyebut Pak Moeldoco sebagai Pimpinan Staf,” ujarnya.

Dia menekankan bahwa sementara tim hukum menganalisis apakah ada cukup bukti bahwa klaim Primayoga adalah kriminal, Moeldoko sangat bijaksana untuk memberikan waktu kepada Primayoga untuk membuktikan tuduhan dan/atau meminta maaf atas tuduhan tersebut.

“Jadi Pak Moeldoko hebat, dia tidak emosi dan tidak marah karena dia tidak anti kritik sebagai jenderal yang sopan,” katanya.

Artikel sebelumyaCagar Alam Padang Sugihan ditanami kembali dengan vegetasi gambut
Artikel berikutnyaBMKG dan FMIPA USK umumkan fenomena Angin Geureutee