Beranda Hukum Pengacara khawatir Yahya Valoni akan menolak proses praperadilan karena tekanan

Pengacara khawatir Yahya Valoni akan menolak proses praperadilan karena tekanan

Jakarta (ANTARA) – Koordinator Kelompok Pengacara di Jakarta, Abdullah Al Qatiri, Senin mengatakan pihaknya khawatir Yahya Waloni akan mendapat tekanan dari pihak-pihak tertentu, sehingga ia mencabut sidang pendahuluan melalui surat ke Selatan. Jakarta. Pengadilan Negeri.

Abdullah bersama puluhan pengacara dari Ikatan Pengacara Muslim Indonesia menjelaskan bahwa Yahya tiba-tiba mencabut hak asistensinya dan membatalkan sidang pendahuluan tanpa penjelasan apapun kepada pengacara.

“Sejak kita menjadi pengacara (pengacara, red.), teman kami dari Bareskrim tidak sempat bertemu dengan yang bersangkutan (Yahya Valoni). Pada saat itu, kami memberi tahu Propam apa yang terjadi? kata Abdullah.

“Tiba-tiba ada surat masuk ke kantor kami, tanggal 6 September listrik dicabut. Fotokopi suratnya,” imbuhnya.

Dalam surat tersebut, Yahya mencabut surat kuasa Abdullah pada 6 September 2021, yang dilanjutkan dengan pencabutan kuasa tim hukum Ikatan Pengacara Muslim Indonesia.

Yahya Valoni ditangkap polisi bulan lalu dan mendekam di Rutan Barescrim di Jakarta.

Yahya ditetapkan sebagai tersangka penistaan ​​dan ujaran kebencian pada Mei lalu.

Polisi mengajukan pengaduan terhadapnya pada April 2021.

Beberapa hari setelah ditahan polisi, Yahya memberi wewenang kepada Abdullah dan tim pengacara dari Ikatan Pengacara Muslim Indonesia.

Menurut Abdullah, sejak pengangkatan Abdullah dan puluhan pengacara lain sebagai pengacara Yahya, tim pengacara belum diberi akses untuk bertemu dengan Yahya.

“Tanggal 8 dan 10 (September), tim kami pergi ke Bareskrim, tapi tidak bisa (lihat Yahya Valoni),” kata Abdullah.

Bahkan, menurut anggota kelompok pengacara lainnya, Dedi Iskandar, Yahya menyatakan keinginannya untuk mengajukan praperadilan dengan pengacara.

Namun, pada sidang praperadilan pertama pada Senin, hakim tunggal Henri Vidio Laxono membacakan surat penarikan kembali praperadilan yang ditandatangani Yahia Valoni pada 13 September 2021.

Terkait hal itu, Abdullah menjelaskan kepada hakim bahwa Yahya Valoni telah mencabut surat kuasa untuk membantu, dan bukan surat kuasa di depan pengadilan.

Namun, tim pengacara dan hakim belum bisa mendapatkan penjelasan langsung dari Yahya terkait pembatalan sidang praperadilan tersebut.

Karena itu, hakim secara resmi memanggil Yahya ke pengadilan pada Senin (27 September) untuk mengklarifikasi surat pembatalan proses praperadilannya.

Artikel sebelumya"Kabayan Milenial bersinar" bercerita tentang perjuangan di tengah pandemi
Artikel berikutnyaMPR: perlu "panutan" menyadari nilai-nilai Pankasil