Beranda Warganet Pemprov Lampung mengontrol peredaran sirup untuk mencegah gagal ginjal akut.

Pemprov Lampung mengontrol peredaran sirup untuk mencegah gagal ginjal akut.

Bandarlampung (ANTARA) – Pemerintah Provinsi (Pemprow) Lampung terlibat dalam pengawasan sirup di sejumlah tempat untuk mencegah peningkatan kasus penyakit ginjal akut progresif atipikal pada anak.

“Pengawasan tentu akan dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang dikelola oleh Dinas Kesehatan,” kata Sekretaris Provinsi Lampung Fahrizal Darminto, Jumat di Bandarlampung.

Menurut dia, pemantauan peredaran dan perdagangan sediaan sirup dilakukan usai keluarnya imbauan pemerintah pusat terkait peningkatan kasus gagal ginjal akut pada anak.

“Memang ada himbauan dari pemerintah pusat untuk menghentikan penjualan sirup terlebih dahulu di apotek, jadi ini juga kita pantau,” ujarnya.

Ia melanjutkan, di daerah bisa dibentuk satuan tugas khusus untuk memprediksi dan menangani kasus gagal ginjal pada anak, serta mengontrol peredaran obat sirup di daerah tersebut.

“Kemungkinan akan dibentuk satgas khusus seperti Covid-19 jika nanti dibutuhkan dan jumlah kasus bertambah,” ujarnya.

Masyarakat diharapkan tetap memperhatikan konsumsi air anak dan kesehatan anak.

“Kesehatan anak harus dijaga, maka jangan terlalu sedikit minum. Jika ada gejala, segera laporkan dan bawa ke fasilitas kesehatan terdekat,” ujarnya.

Dengan maraknya kasus gagal ginjal pada anak di beberapa daerah, masyarakat juga diminta tetap tenang namun tetap waspada.

“Tetap tenang, jangan panik, tapi tetap waspada sambil menjaga kesehatan keluarga, terutama yang memiliki anak di bawah 18 tahun,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadykin menjelaskan Jumat ini bahwa jumlah pasien gagal ginjal akut progresif atipikal terus meningkat, dan lebih dari 50 persen di antaranya meninggal. Pada 18 Oktober, 206 kasus telah dilaporkan, 99 di antaranya telah meninggal*, menurut angka pemerintah.

Artikel sebelumyaBalai Bahasa Sulawesi Selatan sedang menjalankan program revitalisasi bahasa daerah.
Artikel berikutnyaBandarlampung: Seluruh Instansi Kesehatan menghentikan sementara pemberian sirup