Beranda Nusantara Pemprov Kaltim menunggu dana yang signifikan untuk mengurangi emisi karbon

Pemprov Kaltim menunggu dana yang signifikan untuk mengurangi emisi karbon

Kami sedang dalam proses pengiriman laporan untuk periode pertama

Samarinda (ANTARA) – Pemprov Kaltim menunggu dana insentif program pengurangan karbon Dana Kemitraan Karbon Hutan (FCPF) dana karbonyang belum diterima
.
“Mudah-mudahan tahun ini Kaltim mendapat insentif pengurangan emisi karbon pada periode pertama,” kata Pj Asisten II Setda Kaltim Mulia Aswin mewakili Sekprov Kaltim, saat audiensi di Kantor Presiden (KSP) di Ruang Tepi 1 Kantor Gubernur Kaltim, Rabu.

Asvin berharap kehadiran KSP dapat menyampaikan informasi kepada pemangku kepentingan seperti Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup.

“Gubernur, Wagub, dan Sekda berdoa agar dana ini cepat dicairkan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan,” kata Asvin.

Asvin menjelaskan, program FCPF-CF di Kaltim berlangsung dari Juni 2019 hingga Desember 2024 dan terbagi dalam tiga periode.

Dia menjelaskan, target penurunan emisi secara keseluruhan adalah 22 juta CO2 ekuivalen dan insentif yang harus dibayarkan sebesar US$110 juta atau sekitar Rs 1,63 triliun.

“Saat ini kami sedang dalam tahap penyajian laporan periode pertama,” kata Aswin.

Selain itu, verifikasi akan dilakukan oleh lembaga independen yang ditunjuk oleh Bank Dunia.

Di sisi lain, Asvin yang juga Kepala Bappeda Kaltim mengatakan, dalam melaksanakan pembangunan berkelanjutan, Pemprov Kaltim membangun kerjasama dengan berbagai pihak, baik mitra pembangunan, perguruan tinggi, maupun swasta.

“Pemprov Kaltim sangat terbuka kepada semua pihak yang ingin berkontribusi dalam pelaksanaan pembangunan hijau,” ujarnya.

Artikel sebelumyaPakis Bali menuntut sistem pengelolaan sampah yang baik di setiap desa
Artikel berikutnyaBMKG: 24 perairan diprediksi memiliki gelombang tinggi hingga sangat tinggi