Beranda Nusantara Pemkot Palangka Raya Tetapkan Status Waspada Banjir

Pemkot Palangka Raya Tetapkan Status Waspada Banjir

Palangka Raya (ANTARA) – Pemerintah Kota Palangka Rai, Kalimantan Tengah resmi mengumumkan status peringatan banjir menyusul banjir besar di wilayah tersebut.

“Untuk itu, diharapkan semua pihak, baik pemerintah kota maupun masyarakat, meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana alam terkait banjir,” kata Wali Kota Palangka Raya Feyrid Naparin di Palangka Raya, Selasa.

Penetapan status darurat terkait banjir di wilayah Kota Palangka Raya juga diatur dalam Surat Keputusan Walikota Palangka Raya Nomor 188.45/245/2021.

Pernyataan Darurat Banjir yang ditandatangani pada 13 September oleh Walikota Palangka Raya Farid Naparin berlaku hingga 31 Desember 2021 dan dapat diperpanjang tergantung kondisi setempat.

Selain merealisasikan status tersebut, pemerintah Kota Kecantikan juga merencanakan operasi untuk memproses peringatan bencana dan mengajukan permintaan darurat.

Kemudian, melaksanakan dan mengkoordinasikan mobilisasi sumber daya untuk kesiapsiagaan darurat secara cepat, tepat, efisien dan efektif.

Menyiapkan sarana dan prasarana persiapan sosialisasi dan pemberdayaan masyarakat terkait kesiapsiagaan banjir, melakukan pengumpulan informasi sebagai dasar perencanaan tim kesiapsiagaan bencana di Palangka Raya.

Pihak terkait juga secara rutin menyebarluaskan informasi tentang bencana alam dan kegiatannya kepada media dan masyarakat umum.

Sementara itu, berdasarkan data yang dipublikasikan BNBR Palangka Raya di https://www.sitangguhkotakita.id/pantau-gunung-kota-palangka-raya/, 13 desa dari 30 desa di kota setempat terkena dampak banjir. …

Dari 13 kelurahan, 2.948 kepala keluarga (KK) yang berada di 104 mikro kecamatan (RT) terdampak banjir akibat luapan Sungai Rungan dan Sungai Kahayan yang melintasi ibu kota provinsi Kalimantan Tengah itu.

Saat ini, Pemerintah Kota Palangka Raya juga telah mengumpulkan donasi, mendirikan puskesmas, posko pengungsi dan relawan, serta mendistribusikan air bersih, melengkapi dapur umum dan mendistribusikan makanan siap saji.

Selain itu, penyediaan MCK umum, pemantauan instalasi listrik dan pemantauan perkembangan banjir secara terus menerus selama 24 jam, serta pemutakhiran data korban banjir secara terus menerus.

Artikel sebelumyaHujan deras menyebabkan banjir di Serui, Yapen. pulau
Artikel berikutnyaPrPP Kota Cirebon memeriksa massa sampel burung pipit yang mati