Beranda Warganet Pemkot Kendari: Penerima PKH Meningkat GBP 2.610.000

Pemkot Kendari: Penerima PKH Meningkat GBP 2.610.000

Kendari (ANTARA) – Pemerintah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) menyatakan ada 2.610 keluarga penerima manfaat (KPM) tambahan di daerah tersebut.

Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir di Kendari mengatakan, peningkatan jumlah penerima PHK KPM menunjukkan pemerintah membantu lebih banyak warga, terutama di masa pandemi COVID-19.

“Alhamdulillah, dengan tambahan ini, semakin banyak orang yang bisa kita sentuh. Artinya semakin banyak masyarakat kita yang mendapatkan bantuan untuk memudahkan hidupnya, apalagi dalam situasi pandemi COVID-19 saat ini, menurut saya ini sangat penting. Perlu.” , – katanya.

Dikatakannya, dengan bertambahnya jumlah penerima KPM PKH, maka total penerima manfaat di Kota Kendari pada tahun 2021 menjadi 11.172 yang tersebar di 11 kecamatan dan 65 kelurahan. Data tersebut meningkat sejak 2020 sebesar 8.562 ribu pound per menit.

Walikota KPM mengatakan selain menerima bansos tunai, PKH juga menerima bansos lainnya melalui program Keluarga Harapan, seperti Bantuan Sosial Pangan (BSP), Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP).

“Nilainya mungkin tidak begitu besar bagi sebagian orang, tetapi bagi mereka penerima manfaat sangat merasakannya karena bisa mendapatkan kebutuhan pokok dan kemudian bantuan lainnya, termasuk kartu Indonesia Sehat atau KIS, sehingga mereka benar-benar bisa memaksimalkan aktivitas sehari-hari,” Sulkarnain dikatakan. Kadir.

Namun, Sulkarnain menargetkan hingga 30 persen KPM dapat keluar dari PKH pada tahun 2021 karena penarikan mandiri dari jaminan sosial atau berakhirnya masa kepesertaan karena merasa tidak lagi berhak mendapatkan bantuan sosial PKH. …

Ia juga mengimbau para pendamping PKH untuk memenuhi tanggung jawab dan tanggung jawabnya sebaik mungkin, membantu masyarakat bangkit dari masa-masa sulit akibat pandemi global COVID-19.

Program Keluarga Harapan diluncurkan pada tahun 2012 di Kota Kendari. Saat itu hanya mencakup empat kecamatan, yaitu Abeli, Wua Wua, Puuwatu dan Poasia, dengan 1.528 anggota CPM.

Kemudian meningkat pada tahun 2014 dengan penambahan empat kecamatan yaitu Kendari, Kendari Barat, Mandonga dan Baruga sehingga jumlah peserta menjadi 2.288 ribu orang per menit. Setahun kemudian, dua kabupaten lagi ditambahkan, yaitu Cadia dan Kambu.

Kemudian dengan adanya pandemi COVID-19 maka jumlah KPM dalam program Keluarga Harapan menjadi 8.562 pada tahun 2020 dan akan meningkat lagi pada tahun 2021 menjadi 11.172 KPM*.

Artikel sebelumyaBupati Bogor mengucapkan terima kasih kepada polisi yang telah menyelesaikan kasus jurnalis tersebut "Bodrek"
Artikel berikutnyaRatusan warga Pakabba Sulsel keracunan makanan, satu meninggal