Beranda Warganet Pemkab Mojokerto Luncurkan Call Center TRC COVID-19

Pemkab Mojokerto Luncurkan Call Center TRC COVID-19

Kami berharap KKR ini dapat menjadi alat dalam memerangi COVID-19

Mojokerto (ANTARA) – Pemerintah Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, meluncurkan Pusat panggilan Rapid Response Team (TRC) COVID-19 di nomor 08975556888 dan 081231280707 agar masyarakat setempat dapat dengan cepat melaporkan berbagai keluhan kesehatan, pelayanan kesehatan dan berbagai permasalahan terkait pandemi COVID-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, Suiatmiko di Mojokerto, Kamis mengatakan, telah dibentuk empat divisi: Desktop setiap orang.

“Ini Dinas Kesehatan Masyarakat (Kesmas) yang menangani ibu hamil dengan COVID-19, melahirkan ibu dengan COVID-19, sampah dan isolasi desa. Selain itu, bagian P2P membahas ketersediaan dan keterlacakan vaksin, dan bagian SDK membahas logistik (PPE, reagen), antigen cepat, dan antibodi cepat. Dan juga dinas kesehatan, yang menangani rujukan pasien, penguburan atau pemindahan jenazah, ketersediaan oksigen, ketersediaan tempat tidur atau BOR rumah sakit,” ujarnya.

Dijelaskannya, fungsi KKR merupakan titik kontak antara tenaga kesehatan garda terdepan dengan ring pelayanan kesehatan saat menerima pengaduan dari masyarakat.

“Situasi dengan penyebaran COVID-19 di Kabupaten Mojokerto semakin meningkat. Kami berharap KKR ini dapat menjadi alat dalam memerangi COVID-19, karena nantinya kami akan lebih cepat menerima berbagai laporan dari masyarakat,” ujar Suyatmiko.

Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Mojokerto yang juga Bupati, Ikfina Fahmavati juga berharap call center TRC dapat memberikan pelayanan prima kepada masyarakat secara cepat dan tepat.

“Pandemi ini tidak bisa ditangani sendiri. Setiap orang perlu bersatu dan tanggap, termasuk peran aktif masyarakat. Pengaduan ke call center TRC akan segera ditangani. pengabdian kepada masyarakat,” kata direktur paduan suara.

Artikel sebelumyaDirjen: Perlu untuk mengintensifkan pengembangan mineral laut dalam.
Artikel berikutnyaKLHK: Roadmap pengurangan sampah penting untuk ekonomi sirkular