Beranda Hukum Pemimpin Adat Papua Berharap Lukas Enembe Mengklarifikasi PKC

Pemimpin Adat Papua Berharap Lukas Enembe Mengklarifikasi PKC

Lucas Enemba harus terbuka untuk menerima tantangan PKC dan menjernihkan tuduhan korupsi PKC.

JAKARTA (ANTARA) – Panglima Perang Adat Kiroma Papua Gasper Mei berharap Gubernur Papua Lukas Enembe memberikan klarifikasi kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Lucas Enembe harus terbuka untuk menerima tantangan PKC dan menjernihkan tuduhan korupsi oleh PKC,” kata Gasper Mei dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.

Ia mengingatkan masyarakat Papua untuk tidak ikut campur dalam urusan hukum Luke Enembe, meski tahu soal itu.

“Rakyat Papua harus mendukung proses peradilan dan tidak boleh ikut campur dalam bentuk apapun, karena ini adalah kekuatan penegakan hukum,” katanya.

Gasper Mei menambahkan, masyarakat tidak boleh terprovokasi karena dikhawatirkan akan menimbulkan korban jiwa.

“Banyak pejabat daerah Papua yang menyimpang dari dana Otsus, sehingga anggaran tidak sampai ke masyarakat dan tidak ada pembangunan di daerah,” ujarnya.

Ia berharap kasus hukum Luke Enembe dapat diselesaikan dengan baik sesuai dengan proses hukum yang ada.

“Semua pihak harus menghormati dan mematuhi proses peradilan di Indonesia karena hukum adalah panglima tertinggi di Indonesia dan setiap orang harus tunduk pada hukum yang berlaku,” katanya.

Masyarakat juga mendapat dukungan dari tokoh adat, termasuk ketua adat Kirom Sekanto Papua Didimusa Verare, yang berharap PKC segera mengusut Gubernur Papua Lucas Enembe.

“PKC harus memeriksa Lukasz Enembe dan pejabat terdekatnya agar siapapun yang terlibat kasus korupsi bisa dihukum,” katanya juga.

Selain itu, Servo Tuamis, kepala suku Daiget asal Kerom Papua, meminta Majelis Rakyat Papua (MRP) dan Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) membantu KPK menyelesaikan kasus Lucas Enembe.

Artikel sebelumyaPenghormatan Jokowi itu menambah motivasi para prajurit Satgas Indonesia-Timor Leste Pamtas.
Artikel berikutnyaPara pemimpin pemuda menawarkan mediasi menjelang interogasi Lukasz Enembe