Beranda News Pemerintah kota Bogor sedang membersihkan lukisan dinding untuk melindungi keindahan kota.

Pemerintah kota Bogor sedang membersihkan lukisan dinding untuk melindungi keindahan kota.

Bogor (ANTARA) – Pemerintah Kota Bogor melakukan pembersihan mural (grafiti) atau lukisan/coretan di dinding di berbagai ruas jalan raya di Kota Bogor guna menjaga keindahan kota Bogor.

“Penyingkiran grafiti dari tempat umum ini dimaksudkan untuk menjaga keindahan kota agar terlihat rapi dan asri,” kata Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rakhim dalam keterangan tertulis di Kota Bogor, Sabtu.

Alat yang digunakan untuk membersihkan coretan tersebut, kata Dedi. jet tekanan tinggi yang diuji pada dinding penyangga jalan layang di Jalan Raya Jalan Sholekh Iskandar, kota Bogor.

Pembersihan fresco dilakukan oleh petugas.

Wakil Walikota Bogor Dedie A Rahim dan Kepala Dinas Permukiman Perumahan (Disperumkim) Junyarty Estiningsih juga turut mendampingi.

Menurut Dedi, hingga saat ini banyak warga baik kelompok maupun individu yang memiliki bakat seni namun kekurangan media.

“Mereka menggunakan fasilitas umum, yang kemudian merusak keindahan kota,” katanya.

Dedi menyatakan, Pemerintah Kota Bogor melalui Dispermukim memulai reorganisasi, membersihkan mural yang kini banyak ditemui di tempat-tempat umum, termasuk Jalan Raya Shole Iskandar.

“Pembersihan grafiti akan dilakukan secara bertahap hingga akhir tahun ini, agar tidak ada lagi orang yang memiliki bakat dan hobi membuat grafiti. Tidak akan lagi melukis di mana-mana, ”katanya.

Menurutnya, Pemkot Bogor telah membantu warga yang memiliki bakat atau hobi grafiti dengan menyediakan taman grafiti di samping lapangan Sempur.

“Dalam sebuah taman, grafiti bisa digunakan untuk kreativitas,” katanya.

Dedi menambahkan, instansi terkait di Kota Bogor juga dapat menyelenggarakan acara khusus yang memperhatikan kreativitas para pencipta grafiti untuk membuat gambar dengan tema tertentu.

Menurutnya, saat ini Pemkot Bogor sedang mencopot mural yang bertebaran di tempat-tempat umum.

Nanti kalau sudah bersih, coba cari alternatif lain dengan mengajak para penghobi grafiti untuk secara formal ikut menyebarkan pesan moral ke masyarakat.

“Topiknya bisa COVID-19, pendidikan, seni budaya atau olahraga,” kata Dedi.

Artikel sebelumyaAmazon sedang mempersiapkan seri yang fantastis "Roda Waktu"
Artikel berikutnyaIbas mendukung percepatan vaksinasi di daerah