Beranda Nusantara Pemerintah Kabupaten Kediri memastikan listrik menjangkau desa-desa terpencil.

Pemerintah Kabupaten Kediri memastikan listrik menjangkau desa-desa terpencil.

Hingga saat ini jaringan listrik dari PLN belum juga datang, sehingga warga mengandalkan penerangan dari mesin genset untuk penerangan.

Kediri (ANTARA) – Pemerintah Kabupaten Kediri, Jawa Timur berkoordinasi dengan PLN Kediri rencana pemasangan jaringan listrik di Desa Onggoboyo, Desa Babadan, Kecamatan Ngankar, Kabupaten Kediri, yang terletak di kaki Gunung Kelud, 1731 meter di atas permukaan laut, yang berada di desa terpencil. .

Bupati Kediri Khanindhito Himavan Pramana, Kamis mengatakan, jaringan listrik belum terpasang di Desa Onggoboyo Desa Babadan. Saat ini pihaknya sedang memetakan program instalasi listrik. Selain berkomunikasi dengan PLN, mereka juga harus berkoordinasi dengan PTPN X.

“Ini salah satu pekerjaan rumah tangga yang harus diprioritaskan agar jaringan listrik PLN bisa masuk ke Desa Ongoboyo. Kami komunikasikan dengan PTPN X. Bagi kami di pemerintahan, pemerataan listrik itu perlu,” ujarnya di Kediri.

Desa Onggoboyo terletak di tengah perkebunan tebu milik PTPN X yang terletak di desa/kelurahan Babadan, Kecamatan Ngankar, Kabupaten Kediri. Desa ini jauh dari desa lain. Tempatnya berada di kaki Gunung Kelud, di Kecamatan Ngankar, Kabupaten Kediri.

Masih ada 17 kepala keluarga (KK) yang tinggal di tempat ini. Sebagian besar penduduk bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan tidak tetap.

Hingga saat ini jaringan listrik dari PLN belum juga datang, sehingga warga mengandalkan penerangan dari mesin genset untuk penerangan.

Ketua RT di Desa Ongoboyo, Sutikno mengatakan, pada 2014 warga memang mendapat bantuan penerangan berupa panel surya dari Bupati yang berkuasa saat itu, namun karena masa pakai baterai yang singkat, penerangan tersebut tidak maksimal.

Sebelumnya, warga berinisiatif menggunakan genset motor agar tetap bisa menerima penerangan di malam hari.

“Generator juga kehabisan bahan bakar 1 liter selama tiga jam,” kata Sutikno, yang mengaku sudah tinggal di desa itu sejak 1984.

Dikatakannya, anak-anak yang tinggal di desa ini juga belajar seperti biasa, namun selama pandemi COVID-19 sulit karena proses belajarnya berlangsung secara online. Beberapa anak harus meninggalkan desa untuk belajar.

Sutikno dan warga desa ini berharap desanya bisa teraliri listrik PLN. Sebelumnya, pengukuran jarak antara desa Ongoboyo dengan jaringan listrik yang melintasi desa mereka telah dilakukan, namun jaringan listrik yang masuk belum dilaksanakan.

Sementara itu, Manajer PLN UP3 Kediri Edi Kahyono mengakui pihaknya mendukung program pemerintah kabupaten untuk memasok listrik ke desa-desa. Ia juga masih memastikan kondisi di lapangan.

Ia menambahkan, untuk menjaga jaringan listrik di desa Ongoboyo, jarak antara lokasi dengan jaringan listrik yang ada di desa tersebut, termasuk jumlah keluarga calon pengguna listrik, harus dipetakan. Hasil analisis akan ditransfer ke sektor kelistrikan desa yang bergerak di bidang ini.

“Nanti akan kami kirimkan ke divisi distribusi induk Jawa Timur,” kata Edie.

Ia berharap pengembangan jaringan di Desa Ongoboyo lebih lanjut tidak menimbulkan masalah, karena melewati perkebunan. Untuk itu perlu diadakan pertemuan dengan pihak perkebunan dengan pendampingan dari pemerintah Kabupaten Kediri.

“Saya pikir jika semua pihak berkoordinasi dengan baik dan masyarakat juga terlibat, saya yakin semuanya akan berjalan dengan baik,” kata Edie.

Sebelumnya, warga permukiman baru Dusun Ngolakan-Desa Cherme, Kabupaten Kediri, juga belum teraliri listrik. Ada 18 keluarga di daerah itu. Mereka yang tinggal di Desa Ngokan adalah warga yang sebelumnya berasal dari Kecamatan Grogol dan sebagian dari Kecamatan Tarokan yang pindah karena proyek bandara.

PLN juga berencana membangun jaringan listrik di desa tersebut. Telah melalui proses pengembangan. Sebagai bagian dari program lisdes, jaringan yang sedang dibangun terdiri dari 18 tower tegangan rendah (TR), satu unit trafo 100 kVA untuk melayani 18 calon konsumen di wilayah tersebut. Jumlahnya sesuai dengan pembayaran awal.

Artikel sebelumyaRatusan ton sampah di Karavanga tidak diangkut ke ROVs
Artikel berikutnya74 satwa yang dilindungi dilepaskan ke Cagar Alam Pegunungan Cyclops