Beranda Nusantara Pembukaan pabrik pengolahan di kawasan industri Medan

Pembukaan pabrik pengolahan di kawasan industri Medan

Medan (ANTARA) – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erik Tohir pada Kamis meresmikan kompleks daur ulang di Kawasan Industri Medan di Delhi Serdang, Sumatera Utara.

Dalam sambutannya, Eric menyampaikan bahwa pembangunan instalasi pengolahan air limbah di kawasan industri merupakan bagian dari upaya penerapan “ekonomi hijau”.

“Ini tidak bisa dihindari karena merupakan bagian dari tanggung jawab kita kepada generasi mendatang. Suka tidak suka, kita harus bertransformasi, kalau tidak daya saing kita akan tertinggal,” ujarnya.

Dia meminta perwakilan bisnis untuk bekerja sama dengan pemerintah untuk menciptakan ekosistem bisnis yang berkelanjutan.

Fasilitas Pengolahan Sampah Terpadu (FPLT) di Kawasan Industri Medan dioperasikan oleh PT Adhi Karya (Persero).

Fasilitas tersebut memiliki tempat pengumpulan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), insinerator, instalasi pengolahan limbah, instalasi pengolahan B3, peralatan penyulingan minyak pelumas bekas dan laboratorium lingkungan.

“FPLT ini berkapasitas 24 ton yang merupakan pengembangan tahap pertama. Dalam jangka pendek, kami akan segera mulai menggarapnya, karena sudah dibuka,” kata Presiden Direktur PT Adhi Karya, Direktur Entus Asnawi.

Entus menjelaskan, masing-masing dari empat insinerator B3 di pabrik tersebut mampu menangani 300 kg sampah per jam, sehingga mampu menangani hingga 24 ton sampah selama 20 jam.

“Dalam jangka menengah, kami akan menyelesaikan konstruksi tahap kedua, dan dalam jangka panjang, kami akan membahas pengembangan model fasilitas pengelolaan sampah terpadu di daerah lain,” katanya.

Artikel sebelumyaDua elang kapak diluncurkan oleh BKSDA Sumsel
Artikel berikutnyaBPDAS: perlu memperbanyak vegetasi di kawasan air terjun Montel Cudus.