Beranda Warganet PDSKJI: Remaja Gunakan Toko Online untuk Membeli Narkoba

PDSKJI: Remaja Gunakan Toko Online untuk Membeli Narkoba

Bagi siswa yang lebih muda, jika Anda membeli narkoba, Anda seperti membeli tiket kematian. Jadi, jangan bermain untuk mati.

Jakarta (ANTARA) – Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Jiwa Indonesia (PDSKJI) dr Diah Setiya Utami mengatakan remaja di Indonesia menggunakan aplikasi belanja online untuk membeli narkoba dan obat-obatan terlarang.

“Dulu lewat udara, sekarang jauh lebih rendah. Jadi disini kita bisa lihat perbedaannya di bulan April, mereka menggunakan kendaraan darat, mereka tetap menggunakan kendaraan laut, dan sekarang karena adanya pembatasan salah satunya dengan on lineDia mengatakan dalam acara bincang-bincang virtual online, Melindungi Anak Dari Penyalahgunaan Narkoba, di Jakarta, Jumat.

Dia mengatakan, pandemi COVID-19 belum berdampak pada penurunan penggunaan narkoba. Dealer dan dealer hanya mengubah cara mereka mendistribusikan barang.

Ia mengatakan, anak-anak lebih mudah membeli narkoba melalui belanja online. Sehingga penggunaannya pada anak banyak diterapkan dari rumah ke rumah, dan menjadi sangat sulit untuk mendeteksinya.

Dealer menggunakan pandemi ini sebagai peluang untuk terus memproduksi dan mendistribusikan obat-obatan, katanya, mengingat banyak orang berada di bawah tekanan dari COVID-19.

“Bahkan, mereka memanfaatkan peluang yang membuat banyak orang stres akibat pandemi COVID-19. tidak bekerja, tidak sekolah, dan sebagainya. Itulah yang menjadi masalah, dan ini menjadi peluang bagi bandar taruhan untuk melakukan pemasaran yang lebih agresif,” ujar Dia.

Agus Irianto, Kepala Pusat Penelitian, Data dan Informasi Badan Pemberantasan Narkoba Nasional Indonesia (BNN), mengatakan, rata-rata anak pengguna narkoba adalah akibat dari tekanan teman sebaya.

“Jadi kalau dilihat dari hasil penelitian, kenapa siswa rata-rata menggunakan narkoba dari tahun ke tahun, dari tahun 2008 hingga 2019, ada hubungannya dengan pergaulan. Tidak baik jika tidak menggunakan narkoba, kata Agus.

Selain tekanan sosial, Agus mengatakan dorongan remaja untuk coba-coba menjadi alasan utama seseorang menggunakan narkoba.

Agus menghimbau kepada seluruh anak dan remaja Indonesia untuk tidak mencoba-coba menggunakan narkoba, karena dapat membahayakan nyawa mereka.

“Bagi siswa yang lebih muda, jika Anda membeli narkoba, Anda seperti membeli tiket kematian. Jadi, jangan bermain untuk mati. Kematian adalah kehendak Tuhan, jadi jangan pernah menggunakan narkoba,” kata Agus.

Artikel sebelumyaKetua DPD Minta Pemda Sumut Prediksi Kasus COVID-19 Meningkat
Artikel berikutnyaDokter: 31,4% remaja di Jakarta kecanduan internet