Beranda Warganet Pasangan usia subur disarankan untuk menunda kehamilan selama pandemi.

Pasangan usia subur disarankan untuk menunda kehamilan selama pandemi.

Dalam keadaan ini, kita tidak tahu kapan dia akan dipukul

Jakarta (ANTARA) – Guru Besar Ilmu Kandungan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Dwiana Okwiyanti menyarankan pasangan usia subur untuk menunda kehamilan selama pandemi.

“Pada pasangan usia subur, sebaiknya pasangan menunda kehamilan. Dalam keadaan seperti ini kita tidak tahu kapan harus terpapar atau tidak, karena virus ada dimana-mana,” kata Dviana Okvianti pada webinar Hari Kependudukan Sedunia dengan topik “Doing”. hak kesehatan reproduksi untuk mempercepat penurunan stunting”, yang dipantau secara online di Jakarta, Kamis.

Wanita hamil berisiko lebih tinggi tertular COVID-19 daripada wanita tidak hamil, katanya. Apalagi mereka yang memiliki penyakit penyerta seperti anemia.

“Ingat. Sekitar 50 persen ibu hamil di Indonesia menderita anemia, risikonya jauh lebih tinggi,” ujarnya.

Dia menambahkan, jika ibu hamil terpapar COVID-19 dengan kondisi medis yang mendasarinya, dapat menyebabkan kelahiran prematur atau prematur.

“Ini bisa meningkatkan risiko stunting. Jadi bukan hanya masalah gizi. Jika ibu sakit dan tidak mendapat oksigen yang cukup, anak bisa mengalami retardasi pertumbuhan,” ujarnya.

Ia melanjutkan, stunting tidak hanya berdampak pada kondisi fisik anak, tetapi juga kemajuan masa depan suatu bangsa.

“Karena anak-anak dengan pertumbuhan terhambat tidak hanya menderita secara fisik, tetapi otaknya tidak dapat berkembang secara optimal sehingga nantinya tidak dapat bersaing, termasuk dengan pekerja asing,” kata Dviana Okvianti.

Menurutnya, negara dengan angka stunting yang tinggi akan menjadi negara dengan perekonomian yang rendah.

“Oleh karena itu, kita harus berjuang untuk memberantas stunting,” katanya.

Namun, Dviana Okviyanti mengatakan ibu hamil harus didampingi keluarga agar tidak mengalami komplikasi saat melahirkan.

“Ibu hamil dan keluarganya harus memahami di zona mana mereka berada dan mengikuti aturan kesehatan yang ketat,” katanya.

Artikel sebelumyaFenomena tenaga kerja asing
Artikel berikutnyaMenteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan prihatin banyak ibu hamil dan anak-anak menjadi korban COVID-19.