Beranda News Para ilmuwan mendesak masyarakat untuk berpikir kritis dalam menghadapi kampanye hitam

Para ilmuwan mendesak masyarakat untuk berpikir kritis dalam menghadapi kampanye hitam

Jakarta (ANTARA). Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Tangerang, Banten, Corrie Eliana mengingatkan masyarakat Indonesia untuk selalu kritis dalam menerima segala informasi, khususnya di media sosial, sebagai langkah untuk memerangi kemungkinan kampanye hitam. pada pemilu 2024

“Ayo, mari kita berpikir kritis menanggapi kampanye hitam di mana saja, meskipun itu kelompok keluarga. Mari kita gunakan media sosial dengan bijak,” kata Corry saat menjadi konsultan sosialisasi pemantauan bersama Bawaslu Pringsev. Kabupaten, Provinsi Lampung, dilihat di kanal YouTube Bawaslu Pringsevu di Jakarta, Senin.

Selain itu, ia melaporkan bahwa kampanye hitam secara umum merupakan tindakan penghinaan, fitnah, hasutan, hasutan atau penyebaran berita bohong oleh calon/sekelompok orang/partai politik/pendukung calon kepada lawannya.

Kampanye hitam, lanjut Corry, berbeda dengan mengkritik visi, misi, atau program kandidat tertentu. Ia kemudian mencontohkan kampanye hitam yang terjadi pada pemilihan presiden 2024, ketika kontestan dalam pemilihan presiden memberikan gelar dengan menggunakan nama panggilan yang buruk.

“Misalnya pada Pilpres 2019 muncul istilah Jagal Prabowo yang dikaitkan dengan tragedi penculikan aktivis tahun 1998, dan Wayang Jokowi Kapres, karena sikap Jokowi selama ini dianggap subordinasi. partainya, terutama ketua umum partainya, — kata Jokowi. Corrie.

Sehingga ia mengingatkan masyarakat untuk selalu berpikir kritis, membedakan antara kampanye hitam dan kritik khusus partai terhadap kontestan pada pemilihan umum 2024. Corry juga mengingatkan bahwa kampanye hitam adalah tindakan kriminal.

Menurut Pasal 521 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (Pemilu), pelaku kampanye hitam dipidana dengan pidana penjara paling lama dua tahun dan denda paling banyak Rp 24 juta.

Artikel sebelumyaKetua MPR: Selidiki tuntas ASN Terlibat Jaringan Teroris
Artikel berikutnyaRavn menghentikan aktivitas dengan grup, sekarang ONEUS memiliki 5 anggota