Beranda Hukum Panglima TNI mendorong penyedia layanan kesehatan untuk memvaksinasi

Panglima TNI mendorong penyedia layanan kesehatan untuk memvaksinasi

Jakarta (ANTARA) – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tiajanto mendukung tenaga kesehatan (nake) yang bertugas melaksanakan Program Vaksinasi Nasional di Jakarta International Expo (JIExpo) di Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu.

“Kalian (tenaga medis) harus tetap semangat, jaga kesehatan, lalu jaga jarak dan hindari keramaian,” perintah Panglima TNI.

Dalam kunjungannya ke Kapolri Jenderal Paul Listio Sigit Prabovo, Panglima TNI menyaksikan secara langsung antrean panjang ratusan warga yang antusias untuk divaksinasi.

Kedatangan Panglima TNI dan Kapolri disambut Kolonel Korps Marinir (K) Dr. RM Tjahja Nurrobi sebagai Petugas Vaksin.

Saat berdialog dengan tenaga medis, Panglima TNI menyampaikan terima kasih kepada seluruh tenaga medis yang telah menyumbangkan pikiran, tenaga, dan waktunya untuk membantu mengatasi tantangan yang dihadapi seluruh bangsa Indonesia yaitu meningkatnya jumlah COVID-19. transmisi.

Pangdam mengatakan, vaksinasi di Jabodetabek, khususnya di JIExpo Kemayoran, sebanyak 10.000 per hari dan akan dilakukan setiap hari.

Menurutnya, hal tersebut sesuai dengan perintah Presiden Republik Indonesia Joko Widodo bahwa strategi penanggulangan COVID-19 di lapangan yaitu pengenalan PPKM mikro berbasis RT/RW, dan yang kedua adalah untuk mempercepat vaksinasi.

“Naks diminta untuk membantu masyarakat memahami pentingnya vaksinasi,” kata komandan itu.

Razia vaksinasi nasional JIExpo Kemayoran TNI melibatkan 445 tenaga kesehatan, diantaranya 110 Pa PK dan siswa Susgakes, 100 Puskesmas, 85 Skdik 504 orang, Sekesal sebanyak 140 orang, 1 Maret Yonkes 5 orang, Yonkes TNI AU sebanyak 5 orang. orang dan Lakespra sebanyak 10 orang.

Sementara itu, sasaran yang ditetapkan Kementerian Kesehatan RI adalah suatu hari TNI harus mampu memvaksinasi hingga 200.000 orang di seluruh wilayah, sehingga TNI akan memberikan 400.000 vaksinasi setiap hari dan 600.000 melalui kombinasi pemerintah daerah dan tenaga kesehatan. sehingga satu juta tujuan dapat tercapai.

Artikel sebelumyaWakil Presiden: Vaksinasi adalah dorongan untuk mencapai "kekebalan kolektif"
Artikel berikutnyaPolda Bali kerahkan 1.495 ke pengamanan PPKM