Beranda News Pangdam Pussansiad mengajak masyarakat untuk menjaga cyber defense di Indonesia

Pangdam Pussansiad mengajak masyarakat untuk menjaga cyber defense di Indonesia

Jakarta (ANTARA) – Panglima Pusat Siber dan Sandi Angkatan Darat (Pussansiad) Brigjen TNI Irot Sonny Edhi mengajak seluruh kelompok masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga pertahanan dan pemeliharaan keamanan siber di Indonesia.

Pasalnya, kata dia, menjaga keamanan dan perlindungan siber di Indonesia merupakan tanggung jawab bersama.

“Oleh karena itu, kegiatan untuk memperdalam pemahaman, pengetahuan dan membangun hubungan baik akan terus dilakukan dengan semua organisasi sibernetika,” kata Ayroth saat membuka pameran siber Pussansiad 2021 di Jakarta, Rabu.

Terkait hal itu, Irot mengatakan serangan siber terhadap kedaulatan NKRI merupakan ancaman nyata. Namun permasalahannya, pemahaman dan kemampuan masyarakat untuk mengantisipasi dan memerangi ancaman tersebut masih kurang.

“Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, khususnya di dunia maya, telah menciptakan ancaman dan kerentanan keamanan dunia maya,” kata Brigjen Iroth dalam sambutannya.

“Hal itu tentu menjadi ancaman bagi pertahanan negara, salah satunya adalah tanggung jawab TNI untuk mengupayakan upaya menjaga kedaulatan siber di NKRI,” imbuhnya.

Berkaitan dengan hal tersebut, Pusat Sibernetika dan Kripto TNI Angkatan Darat berupaya untuk melibatkan seluruh kelompok sosial, termasuk entitas siber di tanah air, untuk turut serta menjaga kedaulatan siber di Indonesia.

“Cyberspace adalah sesuatu yang masih relatif baru, termasuk pemahaman tentang dunia cyber bagi staf TNI dan masyarakat sehingga kita semua dapat berpartisipasi dalam cybersecurity,” kata Panglima Pussansiad.

Ia menegaskan, menjaga keamanan siber adalah bagian dari tanggung jawab TNI, termasuk TNI, sebagaimana tertuang dalam doktrin Kartika Eka Paksi.

“Tugas TNI AD sebagaimana tertuang dalam doktrin Kartika Eka Paksi, salah satu fungsi angkatan bersenjata khususnya adalah kemampuan siber, yang dapat melakukan respon telematika dan kemampuan manuver dalam serangan,” jelasnya.

Misalnya, Pussansiad menyelenggarakan lokakarya dan pameran keamanan siber di Jakarta pada hari Rabu untuk meningkatkan kesadaran publik dan meningkatkan kesadaran akan keamanan siber di negara ini.

Dalam pameran satu hari itu, sejumlah perusahaan pertahanan dan keamanan siber memamerkan berbagai produk dan inovasi. Perusahaan yang berpartisipasi dalam pameran siber Pussansiad tahun 2021 antara lain PT Pindad, PT Internet Pratama Indonesia, PT NKM Cyber ​​Tech, PT Defenxor, PT Rudex Teknologi Indonesia, PT Protergo Cybersecurity, dan PT Siber Teknologi Indonesia.

Selain pameran, Cyber ​​Exhibit di Pusansiada 2021 akan menampilkan workshop cybersecurity yang menampilkan sejumlah pembicara, antara lain Panglima Pussansiad, Praktisi Cyber ​​Brigjen TNI Bondan Widiawan, pakar cyber dari Bandung. Institut Teknologi (ITB) Jan Yosef Mateus Edward dan Pengamat Keamanan Siber Linuz Tri Erianto.

Seminar dan diskusi dilakukan baik secara tatap muka maupun virtual dengan partisipasi masyarakat umum, staf TNI AD dan mahasiswa.

Artikel sebelumyaSatgas Madago Raya sedang melakukan razia untuk mempersempit gerakan DPO Poso.
Artikel berikutnyaKPK panggil 15 saksi dalam kasus Bupati Probolinggo tidak bertindak