Beranda Warganet Moeldoko Bluesukan bagikan masker kepada warga Jakarta

Moeldoko Bluesukan bagikan masker kepada warga Jakarta

Saya mendorong berbagai pihak untuk menyumbang

Jakarta (ANTARA) – Kepala Staf Presiden Moeldoko pada Kamis mengunjungi pemukiman warga di Jakarta untuk membagikan masker sekaligus mengimbau masyarakat menertibkan penggunaan masker selama pandemi COVID-19.

Moeldoko mengatakan kunci dalam memerangi COVID-19 adalah dengan mematuhi protokol kesehatan berupa disiplin memakai masker dan memberikan vaksinasi.

“Untuk itu, Pemerintahan Presiden menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan. Tetap pakai masker di mana-mana,” kata Moeldoco saat membagikan masker saat acara Gerakan Door-to-Door di Desa Kebon Blank, Kemayoran, Jakarta, Kamis. seperti siaran pers.

Dia mengatakan, gerakan door to door ini merupakan hasil kerja sama antara KSP dengan pihak swasta untuk mendistribusikan masker. KSP juga menghimbau semua pihak seperti organisasi akar rumput, aktivis perempuan dan sektor swasta untuk berkontribusi dalam gerakan ini.

Gerakan pembagian masker medis ini menyasar masyarakat kelas menengah ke bawah di beberapa kota seperti Jabodetabek, Bandung, Semarang, Solo, Jogjakarta, dan Surabaya. Masker sebanyak 500.000 masker medis akan dibagikan ke 220 permukiman perkotaan lainnya yang berada di 20 kota di Pulau Jawa.

“Ini merupakan bentuk kerjasama kemanusiaan antara pemerintah dan swasta bagi masyarakat,” kata Moeldoko.

Dalam kesempatan tersebut, Moeldoko juga menyampaikan bahwa upaya penanggulangan virus berbahaya COVID-19 harus dilakukan secara kolektif dan untuk masyarakat. Ia meyakini, sumber daya negara cukup kuat untuk mendukung pergerakan masyarakat ini, baik dari segi logistik maupun dari segi pendanaan.

Moeldoko juga sempat menegur beberapa warga RT 002/RW 05 di Desa Kebon Blanc yang tidak menggunakan masker, sekaligus mengucapkan terima kasih kepada yang sudah mengikuti aturan pakai masker, meski di rumah.

Difusi masker kesehatan model door to door rumah warga ini dikembangkan KSP untuk dijadikan model dalam penerapan protokol kesehatan khususnya di wilayah pedesaan yang padat penduduk.

Masyarakat diharapkan dapat memperoleh masker medis berkualitas dari rumah yang nyaman dan tanpa menimbulkan kerumunan.

“Model pembagian masker dengan gerakan. dari pintu ke pintu untuk masyarakat juga menekankan pentingnya mematuhi protokol kesehatan. Pemerintah sangat mengapresiasi inisiatif pihak swasta dan tokoh masyarakat dalam upaya bersama ini,” jelas Moeldoko.

Masker medis gratis ini diproduksi oleh Aice Group untuk misi kemanusiaan melawan virus COVID-19. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Penta Helix untuk melibatkan pemerintah, media, komunitas, bisnis, dan akademisi untuk secara efektif menekan penularan virus COVID-19 di kalangan penduduk, katanya.

“Jangan mengeluh mencari kelemahan orang lain, jangan hanya berdiskusi, tidak hanya berdebat, tetapi juga harus fokus bekerja, bekerja, bekerja,” kata Moeldoko.

Ia juga menghimbau kepada semua pihak untuk tidak ragu-ragu dalam memberikan bantuan berupa masker medis, bantuan sembako dan bantuan lainnya.

Salah satu contoh inisiatif kolaboratif berbasis masyarakat adalah tersedianya kantin gratis, yang menyediakan layanan makanan gratis bagi masyarakat yang malas.

Moeldoko juga menyempatkan diri mengunjungi salah satu dapur umum yang digagas warga RW 01 di Desa Ravasari, Jakarta Pusat.

Dapur umum yang dikelola sendiri juga menyediakan makanan untuk masyarakat umum pada hari Jumat dalam solidaritas dengan orang lain dalam menghadapi pandemi.

“Ini inisiatif yang tidak biasa. Saya mendorong berbagai pihak untuk berdonasi untuk program swadaya serupa,” kata Moeldoko.

Artikel sebelumyaKLHK: Roadmap pengurangan sampah penting untuk ekonomi sirkular
Artikel berikutnyaFenomena tenaga kerja asing