Beranda Warganet Menteri Nadiem Makarim sangat mengapresiasi program MBKM USU

Menteri Nadiem Makarim sangat mengapresiasi program MBKM USU

Medan (ANTARA) – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim memuji program Kampus Merdeka Belajar Merdeka (MBKM) di Universitas Sumatera Utara (USU) yang diikuti oleh mitra lokal.

“Tahun depan program MBKM akan ditingkatkan. Saat ini ada 50.000 mahasiswa di seluruh Indonesia yang mengikuti program MBKM, dan tahun depan targetnya 150.000 mahasiswa,” ujarnya saat berdialog dengan mahasiswa dan dosen di ruang kelas USU Medan. , Selasa.

Ia menyebutkan, rektor harus mengikuti program ini dengan baik dan mempersiapkannya.

“Mitra MBKM tidak hanya mitra dari kementerian, tetapi juga mitra lokal. Saya senang USU sudah menerapkan ini,” ujarnya.

Nadiem mengapresiasi langkah strategis yang dilakukan rektor untuk mempercepat program MBKM di kampus yang dipimpinnya.

Dikatakannya, tahun depan akan ada peningkatan pelaksanaan program tersebut.

“Jadi yang pertama peningkatan program MBKM, yang kedua peningkatan program Matching Fund. Program ini merupakan bentuk nyata dukungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menciptakan kerjasama dan interaksi strategis antar perguruan tinggi. institusi dan industri,” ujarnya.

Dia berbicara tentang program yang bagus untuk mempromosikan penelitian terapan di universitas.

Dia menjelaskan, perusahaan swasta atau nirlaba memberikan bantuan dana penelitian, yang kemudian langsung ditambahkan ke kementerian dengan anggaran yang sama dengan lembaga.

“Jadi pemerintah segera menambahkannya. Jika mereka memberi 1 miliar rupee, pemerintah memberi 1 miliar rupee lagi. Ini luar biasa, sehingga pihak kampus harus menerapkannya. Dan yang lebih mengejutkan lagi, program ini bisa bekerjasama dengan Program MBKM, sehingga semua program terintegrasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, program prioritas ketiga yang perlu disiapkan perguruan tinggi adalah program Dana Kompetisi, yang tahun depan akan fokus pada green green, blue energy, dan perubahan iklim.

“Perguruan tinggi harus menjalankan tiga program,” katanya.

Artikel sebelumyaPenyakit penyerta menjadi kendala vaksinasi lansia Ternate.
Artikel berikutnyaImigrasi memaksimalkan izin elektronik untuk kru transportasi