Beranda Nusantara Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan: Update NDC Tunjukkan Komitmen Indonesia yang Tumbuh

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan: Update NDC Tunjukkan Komitmen Indonesia yang Tumbuh

Semua sektor perlu meningkatkan transparansi

Jakarta (ANTARA) – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Kota Nurbaya menyatakan perpanjangan dokumen ini atau diperbarui Kontribusi yang Ditentukan secara Nasional (NDCs) menunjukkan komitmen Indonesia yang semakin besar terhadap perubahan iklim dalam bentuk penguatan program dan strategi.

“Dokumen NDC yang diperbarui ini menunjukkan komitmen Indonesia yang semakin besar dengan memperkuat program, strategi dan aksi dalam elemen mitigasi, adaptasi, kerangka kerja, transparansi dan dukungan untuk implementasi,” kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kota, membuka sosialisasi nasional NDC dan LTS yang diperbarui. -LCCR 2050 dipantau secara virtual dari Jakarta pada hari Kamis.

Indonesia sebelumnya telah mengajukan pembaruan dokumen NDC bersamaan dengan Long Term Strategy for Low Carbon and Climate Resilience 2050 (LTS-LCCR 2050) menjelang Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (COP26) ke-26 yang akan diselenggarakan di Glasgow, Inggris pada November 2021. tahun.

Indonesia belum mengubah target pengurangan emisinya sebesar 29 persen pada tahun 2030 sendiri dan 41 persen dengan dukungan internasional, menurut pembaruan tersebut.

Dalam hal ini, Pemerintah Kota mengatakan dukungan dari LTS-LCCR 2050 akan memberikan arah bagi visi pembangunan berkelanjutan jangka panjang Indonesia dan mencapai keseimbangan antara pengurangan emisi dan pembangunan ekonomi.

“Strategi jangka panjang juga mencakup skenario Indonesia yang paling ambisius, yaitu: Kandungan karbon rendah sesuai dengan Perjanjian Paris bertujuan untuk mencapai puncak emisi gas rumah kaca nasional pada tahun 2030 oleh wastafel bersih katanya, katanya.

Secara ekonomi, strategi tersebut bertujuan untuk mengurangi potensi kerugian produk domestik bruto (PDB) negara sekitar 3,45 persen akibat perubahan iklim pada tahun 2050.

Pengurangan tersebut dilakukan dengan meningkatkan keberlanjutan empat kebutuhan dasar pembangunan sosial ekonomi, yaitu air, pangan, energi, dan kesehatan lingkungan.

Komitmen Indonesia terhadap netralitas karbon juga mendorong transformasi di sektor energi, yaitu penghentian PLTU batubara menuju pengembangan sumber energi baru terbarukan, termasuk pengembangan sumber energi baru seperti hidrogen dan energi gelombang.

“Semua sektor perlu meningkatkan transparansi dalam memenuhi target NDC pada tahun 2030 dan memperkuat ambisi mereka untuk mengurangi emisi gas rumah kaca ke LTS-LCCR 2050. Diharapkan pada tahun 2050 ketahanan iklim dapat dicapai melalui langkah dan upaya atau cara sektoral dan regional,” ujarnya.

Artikel sebelumyaBangka Tengah berencana tanam 99.000 pohon bakau
Artikel berikutnyaWakil Ketua Komisi IV DPR: Sanggabuana Setuju Jadi Taman Nasional