Beranda Warganet Menggunakan aplikasi "peduli" di Tulungagunga masih minim

Menggunakan aplikasi "peduli" di Tulungagunga masih minim

5 hingga 10 dari 1.500 pengunjung terminal yang dapat menunjukkan sertifikat vaksin dan status kesehatan dengan careprotect

Tulungagung, Jawa Timur (ANTARA). Saat ini, jumlah masyarakat yang menggunakan aplikasi careprotect di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur masih minim dilihat dari jumlah masyarakat yang menggunakan aplikasi ini menggunakan transportasi umum di daerah tersebut.

Hal itu disampaikan koordinator bagian penjualan terminal Tulungaung Gayatri Dukut Sismantoyo, Kamis, dimana dari 1.500 penumpang yang melewati terminal Gayatri, maksimal hanya 10 yang menggunakan aplikasi Care Protect.

“Belum ada pendataan resmi. Namun, hasil pemantauan sementara mencakup 5-10 dari 1.500 pengunjung terminal yang dapat menunjukkan vaksin dan sertifikat kesehatan melalui aplikasi care protection,” jelas Dukut.

Diakuinya, penggunaan aplikasi ini masih dalam taraf sosialisasi, sehingga belum banyak digunakan.

Masih ada toleransi bagi penumpang atau awak bus dan angkutan umum lainnya untuk tidak dapat menyampaikan pernyataan konfirmasi status vaksin dan kesehatannya melalui Aplikasi Care Protection.

Kendala umum lainnya adalah banyak warga yang menggunakan angkutan umum tidak memiliki perangkat pendukung. Apalagi sosialisasi belum optimal.

Sebagai bentuk sosialisasi, regunya memiliki petugas yang melatih penumpang dan menempelkan barcode di pintu masuk terminal untuk dipindai penumpang.

Warga yang sudah memiliki aplikasi ini dianjurkan untuk memindai kode yang disisipkan. Mereka yang tidak memilikinya disarankan untuk mengunduh aplikasi ini dan mengajarkan cara menggunakannya.

Saat ini, dia tidak bisa memaksa warga untuk menggunakan aplikasi ini. “Saya khawatir mereka bahkan akan naik bus di luar terminal dan membahayakan kami,” katanya.

Salah satu penumpang, Donna Zulfa Oulin Nuha yang hendak berangkat ke Malang mengaku sudah mendapat keterangan tersebut. Namun, dia tidak tahu bahwa kode itu perlu dipindai jika dia ingin masuk ke Terminal.

“Ya saya lakukan. Tapi di sini kita tidak tahu apakah perlu menggunakan aplikasi careprotect,” ujarnya.

Ada banyak manfaat untuk mengurus aplikasi, kata Dona.

Dia tidak perlu khawatir tentang memiliki kartu vaksinasi dengan dia. Aplikasi ini sudah memiliki kartu vaksin digital yang bisa dibawa dan diperlihatkan
di mana saja, kapan saja.

Aplikasi carelindungi.id ini akan menampilkan status vaksin dan kesehatan individu. Empat warga akan ditampilkan sesuai dengan status orang tersebut.

Hijau untuk mereka yang dua kali divaksinasi dan sehat. Mereka yang memiliki warna ini bisa aktif di luar rumah.

Oranye berarti pemangku kepentingan dapat memasuki lokasi ini, tetapi harus mengikuti kebijakan pengelola situs.

Merah berarti orang tersebut belum divaksinasi dan harus divaksinasi COVID-19.

Warna hitam terakhir berarti seseorang yang terinfeksi COVID-19 atau kontak dekat dengan pasien COVID-19.

Mereka tidak boleh keluar rumah dan harus melalui pemeriksaan kesehatan atau karantina.

Artikel sebelumyaPakar mengungkapkan latar belakang 87% siswa dalam spesialisasi yang salah.
Artikel berikutnya101 Brimob Gorontalo Bantu Amankan PON Papua