Beranda News Mendagri menyebut ambisi Papua Selatan itu istimewa.

Mendagri menyebut ambisi Papua Selatan itu istimewa.

Manokwari (ANTARA) – Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengatakan ada kekhususan dalam aspirasi masyarakat terkait pemekaran Provinsi Papua Selatan yang hanya terdiri dari empat kabupaten.

“Kami akan merevisi undang-undang tentang otonomi khusus untuk Papua, Papua harus memiliki percepatan pembangunan, Merauke dapat dimekarkan menjadi provinsi Papua Selatan, bahkan jika hanya ada empat kabupaten karena kekhasan Papua,” kata Mendagri. saat kunjungan kerja Menko Polhukam Mohammad Mahfoud di perbatasan Indonesia dan Papua Nugini di kawasan Sota, Kabupaten Merauke, Papua, Minggu.

Dikatakannya, pemekaran provinsi di Papua akan ditambah dengan Provinsi Papua Selatan yang meliputi Kabupaten Merauke, Kabupaten Boven Digoel, Kabupaten Mappi, dan Kabupaten Asmat yang beribukota di Merauke.

Menurut dia, awalnya Kabupaten Pegunungan Bintang ingin bergabung sebagai daerah pemekaran Provinsi Papua Selatan, namun mengingat wilayah Pegunungan Bintang memutuskan bergabung dalam upaya pemekaran Saireri karena dekat dengan Jayapura.

Namun, dengan aturan baru itu, kata mantan Kapolri itu, empat bupati di wilayah Papua Selatan sudah bisa membentuk provinsi sendiri.

Disebutkan, sesuai instruksi Menko Polhukam, pihaknya membahas dan menyiapkan peraturan pemerintah hingga 19 Oktober. Kemudian dia dikumpulkan lagi, mendengarkan aspirasi rakyat dari bawah.

Oleh karena itu, mantan Kapolda Papua itu mengatakan, seluruh lapisan masyarakat, khususnya tokoh masyarakat di wilayah Papua Selatan, harus bersatu padu dan membuat pernyataan tertulis yang akan disampaikan kepada Presiden Joko Widodo.

“Wilayah Merauke memiliki potensi pertanian dan perikanan yang luar biasa. Saya yakin dengan sumber daya manusia yang memadai, Papua Selatan akan menjadi provinsi Papua yang paling maju di masa depan,” tambahnya.

Artikel sebelumyaBM PAN Siap Pimpin PAN di Pilkada 2024
Artikel berikutnyaPenerapan ganjil genap efektif menekan mobilitas kendaraan di Puncak