Beranda Warganet Menag imbau pesantren untuk beradaptasi dan berinovasi

Menag imbau pesantren untuk beradaptasi dan berinovasi

Jakarta (ANTARA) – Menteri Agama Yakut Cholil Kumas mengimbau pondok pesantren beradaptasi dan berinovasi dalam menyikapi perkembangan teknologi untuk menonjolkan perannya sebagai tumpuan gelombang baru perekonomian kerakyatan.

“Kemudian inovasi yang digerakkan oleh LSM dan inovasi yang digerakkan oleh pemerintah,” kata Yakut dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin dengan pelepasan 100 Pesantrain Ekonomi.

Posisi pesantren sangat strategis sebagai kerangka alternatif bagi perekonomian kerakyatan, katanya, sehingga diperlukan upaya untuk mendorong peningkatan peran pesantren sebagai lembaga pemberdayaan masyarakat.

Di era digital, ketika kehidupan sebagian besar masyarakat tidak dapat dipisahkan dari kemajuan teknologi untuk mempermudah kehidupan mereka, katanya, sebenarnya pesantren juga harus mengisi ruang-ruang tersebut.

“Pertama, memahami pesantrain dan belajar dari pengalaman memberdayakan masyarakat melalui pesantrain, kemudian menjawab tantangan yang dihadapi pesantrain di era digital ini,” ujarnya.

Dikatakannya, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pondok Pesantren hadir sebagai kerangka hukum yang kokoh dan komprehensif dalam pengelolaan pondok pesantren untuk meningkatkan keunikan pondok pesantren.

“UU Pesantren memberikan akses dan ruang bagi pesantren untuk bekerja sama, baik antar pesantren maupun dengan lembaga lain, serta mendapat penegasan dan dorongan untuk melaksanakan kerjasama tersebut,” ujarnya.

Ia berharap penerbitan buku “100 Ekonomi Pesantren” dapat menjadi pedoman dalam implementasi model kemandirian pesantren.

“Pesantren tidak hanya berkontribusi pada peningkatan literasi keagamaan masyarakat sekitar, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ahmad Gunario, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Agama menjelaskan, buku yang diterbitkan merupakan kelanjutan dari pemetaan ekonomi pesantren 2020.

“Buku ini menjadi panduan bagi beberapa pesantren yang bergerak di bidang ekonomi. Kami laporkan ini baru sebagian pesantren, karena masih banyak pesantren yang bergerak di bidang ekonomi yang belum kami sajikan dalam bentuk buku seperti itu,” ujarnya.

Menurut dia, buku tersebut bisa menjadi referensi bagi pengelola pendidikan diniya dan pesantren, kementerian dan lembaga yang memiliki program penguatan ekonomi yang dapat dilaksanakan di pesantren.

“Karena dia punya kegiatan ekonomi yang bisa sinergis, dan pesantren lain yang mau menerima kegiatan ekonomi yang sudah dikembangkan,” ujarnya.

Artikel sebelumyaAjang MotoGP Mandalika bertepatan dengan tradisi Bau Nyale.
Artikel berikutnyaKurir senjata rakyat Santoso kini sukses berbisnis.