Beranda News Melihat Peluang Menjelang Dies Natalis ke-65 Hubungan Diplomatik Indonesia-Jepang

Melihat Peluang Menjelang Dies Natalis ke-65 Hubungan Diplomatik Indonesia-Jepang

Jakarta (ANTARA) – Akhir Juli/awal Agustus 2022, delegasi DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI Rahmat Gobel melakukan kunjungan kerja ke sejumlah lokasi di Tokyo, Jepang. .

Kunjungan delegasi DPR RI tersebut dilakukan dalam rangka pemantauan dan pertemuan aspirasi, serta mempromosikan dan membuka peluang kerja sama perdagangan antara pemerintah Indonesia dan Jepang.

Kunjungan Delegasi DPR RI dapat dikatakan sebagai salah satu bentuk diplomasi terkait dengan potensi kerjasama Indonesia-Jepang, karena perjalanan delegasi DPR RI tersebut dilakukan setelah kunjungan Presiden RI Joko Widodo ke Tokyo untuk bertemu dengan Perdana Menteri Jepang. Menteri Fumio Kishida dan Kaisar Jepang Naruhito, yang dilaporkan menghasilkan komitmen investasi Rp 75,4 triliun dari setidaknya 10 perusahaan Jepang.

Rahmat Gobel selaku koordinator industri dan pembangunan pernah mengatakan bahwa diplomasi yang diharapkan DPR RI mengunjungi Tokyo kali ini adalah diplomasi. orang orang. hati ke hati atau dengan hati.

Masyarakat Jepang dikenal dengan komitmennya. Tidak ada salahnya jika delegasi DPR RI mengangkat topik tersebut dalam kunjungan kerja kali ini. Pendekatan kerjasama dengan negara sahabat, terutama dengan Jepang, harus dilakukan dari hati ke hati dengan tulus untuk kepentingan rakyat kedua negara dan seluruh dunia.

Kunjungan kerja delegasi DPR RI yang diketuai Rahmat Gobel tersebut dihadiri enam orang lagi anggota DPR RI yaitu Ketua Sub Bagian Komisi IV dan Anggota Komisi IV Alien Mus anggota Komisi VI Abdul Hakim Bafagih dan Subardi, serta anggota Komisi XI Kamrussamad dan Charles Meikyansyah.

Kunjungan kerja yang cukup padat ini diawali dengan dialog investasi bidang kehutanan di KBRI Tokyo.

Pada kesempatan tersebut, delegasi DPR RI bersama KBRI Tokyo, Jepang membahas isu perdagangan karbon (“carbon trading”), serta promosi FOLU Net Sink 2030 dan paradigma baru pengelolaan hutan Indonesia. perwakilan perusahaan dan ilmuwan Jepang yang hadir.

Rahmat Gobel, koordinator industri dan pembangunan, menjelaskan bahwa untuk Indonesia, masalah perdagangan karbon harus dibicarakan antara kementerian dan komite parlemen.

Oleh karena itu, Gobel mendatangkan enam anggota DPR RI dari fraksi terkait dengan harapan setelah kunjungan kerja, isu-isu terkait perdagangan karbon dapat dibahas di parlemen secara lebih intensif dan runtut.

Penjelasan ini penting disampaikan kepada masyarakat Jepang karena berdasarkan masukan dari investor Jepang, selama ini isu perdagangan karbon di Indonesia cenderung kurang terkoordinasi sehingga menimbulkan ketidakpastian investasi.

Gobel menekankan bahwa komitmen Indonesia untuk mengurangi emisi karbon pada tahun 2060 dibahas bersama dengan cermat untuk memperjelas langkah-langkah yang akan diambil ke depan, karena masalah karbon mempengaruhi kepentingan seluruh dunia.

Sementara itu, Duta Besar Indonesia untuk Jepang dan Negara Federasi Mikronesia Heri Ahmadi mengatakan bahwa pengenalan atau sosialisasi FOLU Net Sink 2030 penting bagi masyarakat Jepang, karena masalah karbon tidak hanya bergantung pada pendanaan dalam negeri, tetapi juga pada investasi asing.

Ketua Komisi IV DPR RI Sudin menegaskan, untuk mendorong perdagangan karbon perlu menaikkan harga jual karbon. Subbagian membenarkan bahwa pihaknya menggelar diskusi panel di DPR RI untuk mengklarifikasi isu perdagangan karbon.

Potensi ekspor-impor

Usai menggelar dialog terbuka perdagangan karbon yang dihadiri oleh perwakilan perusahaan dan akademisi Jepang di KBRI Tokyo, delegasi DPR RI melanjutkan diskusi internal di KBRI Tokyo untuk melihat peta ekspor impor Indonesia. ke Jepang.

Dalam diskusi yang digelar bersamaan dengan jamuan makan malam oleh Dubes RI untuk Jepang dan Mikronesia Heri Ahmadi tersebut, dipaparkan sejumlah potensi ekspor-impor antara Indonesia dan Jepang.

Dubes Heri melaporkan, kinerja ekspor Indonesia ke Jepang pada 2022 tidak buruk. Jepang saat ini menempati urutan kedua dalam ekspor pertanian Indonesia setelah Republik Rakyat China (RRC).

Nilai ekspor produk pertanian, termasuk produk kehutanan Indonesia ke Jepang, terus meningkat sejak tahun 2017, ketika ekspor produk pertanian dan kehutanan Indonesia ke Jepang senilai US$218,3 juta pada tahun 2017, kemudian meningkat menjadi US$221,8 juta pada tahun 2017. 2018.

Pada saat yang sama, pada 2019, nilai ekspor akan menjadi 236,1 juta dolar AS, pada 2020 – 347,8 juta dolar AS, dan pada 2021 – 468,50 juta dolar AS.

Menurut data KBRI Tokyo, lima besar ekspor produk pertanian Indonesia ke Jepang terbesar antara lain bahan herbal lainnya, kopi Arabika/Robusta, mutiara, paprika, dan ikan segar.

Sementara itu, lima besar ekspor pertanian antara lain: remah karet atau karet olahan, udang beku, turunan CPO, udang kemasan dan turunan CPKO, atau minyak inti sawit.

Dubes Hyeri mengatakan impor komoditas pertanian Jepang pada 2021 akan mencapai 7,04 triliun yen, rekor tertinggi dalam 10 tahun.

Hilman Tisnavan, Kepala Kantor Bank Indonesia (BI) Tokyo, mengatakan pihaknya siap untuk terus terlibat dalam mempromosikan perdagangan berbagai komoditas unggulan Indonesia di Jepang sesuai arahan pusat BI.

Hillman mengatakan ada beberapa produk unggulan Indonesia, khususnya pertanian, yang dibantu BI untuk masuk ke pasar Jepang. Perwakilan BI Tokyo bekerja sama dengan pemangku kepentingan Jepang untuk mempromosikan dan memasarkan produk Indonesia.

Diplomasi ke hati

Masyarakat Jepang dikenal dengan komitmennya yang tinggi dalam segala hal, terutama dalam hal investasi. Penguasa dan pengusaha Jepang tentu senang berinvestasi di negara sahabat yang penuh kewajiban tinggi.

Dalam kunjungan kerja ke Jepang, delegasi DPR RI mengunjungi kota Hokota yang menempati urutan pertama di Jepang dalam hal produksi sayuran.

Di sana, delegasi DPR RI yang dipimpin Rahmat Gobel menunjukkan diplomasi yang kurang lebih ramah terhadap penguasa Jepang di Hokot.

Walikota Hokota Kishida Kazuo mengatakan Gobel dan delegasi menepati janji mereka seperti pria sejati karena Gobel telah berjanji kepada Kishida bertahun-tahun sebelumnya untuk datang ke Hokota dengan delegasi dari Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia.

Dalam kesempatan ini, Rahmat Gobel mengatakan bahwa dirinya dan delegasinya ingin melihat, mendengar dan belajar bagaimana Hokota bisa menjadi daerah penghasil buah dan sayur nomor satu di Jepang.

Dalam narasi ini, delegasi Indonesia menyatakan bahwa kehadirannya di Jepang bukan untuk belajar, tetapi untuk belajar dengan sungguh-sungguh bagaimana Jepang meningkatkan sektor pertanian dengan menghasilkan produk pertanian yang lebih baik.

Walikota Hokota, Kishida Kazuo, tampak senang dan senang dengan kedatangan delegasi DPR RI tersebut. Kishida bahkan mengatakan pertemuan itu bisa membuka peluang kerja sama antara Indonesia dan Hokota.

Kishida percaya bahwa produk domestik bruto (PDB) Indonesia akan segera melampaui Jepang, dan posisi Indonesia saat ini menunjukkan kehadirannya di negara maju. Kishida menegaskan pihaknya sangat antusias menjalin kerja sama pertanian dengan Indonesia.

65 tahun Indonesia-Jepang

Di akhir kunjungan kerja ke Jepang, delegasi DPR RI bertemu dengan empat anggota Parlemen Jepang, yaitu Tatsuo Fukuda, Ono Keitaro (Deputi Menteri Perekonomian paruh waktu dan Penanggulangan Bencana), Taido Thanose dan Takebe Arata (Wakil Menteri Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan paruh waktu).

Pada kesempatan itu, delegasi DPR RI mengusulkan ke Jepang untuk mengembangkan paradigma baru dalam menjalin hubungan diplomatik Indonesia-Jepang.

Menurut Rahmat Gobel, jika Jepang telah memberikan kontribusi besar di sektor industri dan pertambangan, menjelang peringatan 65 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Jepang, diperlukan penguatan kerja sama lebih lanjut di sektor pertanian dan sumber daya manusia.

Gobel mengatakan, saat ini pertanian menjadi sektor yang semakin strategis, terutama dalam konteks situasi geopolitik global dan perubahan iklim yang berdampak pada krisis pangan global. Dia menyarankan agar Jepang bekerja sama untuk menghadapi situasi tersebut.

Fukuda, anggota parlemen Jepang, juga menyambut baik hal ini.

Dalam pertemuan tersebut, Fukuda mengatakan bahwa dalam situasi global yang tidak menentu saat ini, sulit untuk menilai apa yang benar dan baik untuk dilakukan. Bagi Jepang, yang terpenting adalah mempercayai keluarga atau teman dalam hal ini, termasuk Indonesia.

Serangkaian kunjungan kerja delegasi DPR RI ke Jepang menunjukkan bagaimana kerjasama Indonesia-Jepang dapat ditingkatkan. Kerja sama yang dibangun tentunya harus selalu menguntungkan kedua belah pihak.

Perayaan HUT ke-65 hubungan diplomatik Indonesia-Jepang pada tahun 2023 hendaknya menjadi dorongan bagi kedua negara untuk semakin mempererat upaya pencapaian kesejahteraan bagi masyarakat kedua negara maupun masyarakat dunia.

Artikel sebelumyaPasar bunga di Bangalore, India ramai di depan Varalakshmi Vratham
Artikel berikutnyaPresiden Jokowi menutup Paralimpiade XI ASEAN Paralympic Games 2022 di Surakarta