Beranda Hukum Mataram Kejari memusnahkan uang palsu senilai Rp 12,7 juta dan sabu 7...

Mataram Kejari memusnahkan uang palsu senilai Rp 12,7 juta dan sabu 7 ons

Mataram (ANTARA) – Petugas Kejaksaan Negeri Mataram, Nusa Tenggara Barat memusnahkan uang palsu senilai Rp 12,7 juta beserta 7 ons sabu.

Kepala Kejari Mataram, Ivan Xhaka, dalam kegiatan pemusnahan di Mataram, Kamis, menjelaskan uang palsu dan sabu disita dari 164 kasus yang saat ini berkekuatan hukum.

“Jadi, kami musnahkan barang bukti 164 kasus yang sudah berkekuatan hukum tetap berdasarkan putusan hakim,” kata Ivan.

Mengenai nilai nominal uang kertas palsu yang dimusnahkan dalam kegiatan ini, Ivan mengatakan hal itu merupakan hasil pengungkapan oleh aparat penegak hukum kabupaten kota Mataram.

“Uang palsu senilai Rp 12,7 juta itu terdiri dari 195 pecahan pecahan Rp 50.000 dan Rp 100.000,” katanya.

Kemudian, untuk membuktikan adanya narkoba, selain sabu, juga ada ganja kering sebanyak 2,6 gram.

“Jadi, sejauh barang bukti yang kita musnahkan narkoba baik sabu maupun ganja kering, itu sisa barang bukti yang dihadirkan di persidangan,” katanya.

Selain itu juga ditemukan barang bukti pemusnahan obat lain, yaitu yang berkaitan dengan obat psikotropika G-listed, tramadol dan trihexyphenidyl.

Tramadol 10 strip dan TrigexTrihexyphenidyl 320 strip. Ada juga 56 tablet yang tidak memiliki izin untuk dijual atau ilegal,” kata Ivan.

Selain barang sitaan dan uang palsu dalam kasus narkoba, kejaksaan juga memusnahkan 43 telepon genggam dan beberapa senjata tajam yang terbukti digunakan oleh pelaku tindak pidana pencurian.

“Kami menghancurkan senjata tajam dengan membakarnya,” katanya.

Berkat kegiatan pemusnahan barang bukti ini, Ivan memastikan proses peninjauan 164 kasus selesai.

“Artinya, kami melakukan eksekusi atas perintah pengadilan,” katanya.

Operasi pemusnahan dihadiri perwakilan Polres Mataram, Polres Lombok Barat, Pengadilan Negeri Mataram, Badan Narkotika Nasional Kota Mataram, BPOM Mataram, Bank Indonesia dan Dinas Kesehatan Kota Mataram.

Usai pemusnahan, semua pihak yang hadir menandatangani protokol pemusnahan sebagai bentuk komitmen bersama terhadap kasus tersebut.

Artikel sebelumyaKPK Tetapkan Lima Tersangka Suap Catatan Keuangan Dinas PUTR Sulsel
Artikel berikutnyaORI bersikeras bahwa dugaan persekongkolan sasis polisi dikriminalisasi