Beranda Warganet Makan Gula Berlebihan Merusak Jantung Karena Pengaturan Darah

Makan Gula Berlebihan Merusak Jantung Karena Pengaturan Darah

jika asupan gula tidak boleh lebih dari 50 gram atau setara dengan empat sendok makan per hari.

Jakarta (ANTARA) – Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) menyatakan konsumsi gula yang berlebihan dapat membahayakan kesehatan jantung karena pengaturan gula di dalam pembuluh darah.

“Faktanya, konsumsi gula dalam minuman tidak berpengaruh langsung pada jantung. Itu merusak jantung kita melalui efek lain, yaitu pengaturan gula darah,” kata Ketua PERKI Raditio Prakoso pada talk show Jantung Sehat untuk Semua yang ditayangkan online di Jakarta, Selasa.

Saat ditanya tentang kelebihan gula dalam minuman manis, Raditjo mengatakan gula tidak secara langsung membahayakan jantung. Namun secara perlahan dapat mengganggu regulasi gula darah.

Gula, dikonsumsi berlebihan, mengganggu pengaturan darah, yang memicu perkembangan diabetes pada seseorang.

Diabetes dapat mempengaruhi kesehatan jantung karena hormon dalam tubuh, seperti insulin yang diproduksi oleh pankreas, bekerja lebih keras untuk mencerna gula. Semakin tinggi kadar gula, semakin tinggi pula kebutuhan tubuh akan insulin.

“Insulin pankreas, jika bekerja terlalu keras karena terlalu banyak gula, dibutuhkan insulin yang cukup untuk membuat pankreasnya merasa lelah,” kata Raditio.

Kemudian diabetes melitus juga dapat terjadi, karena reseptor di dalam tubuh akan terganggu akibat desensitisasi terhadap insulin. Radichio mengatakan, proses tersebut sering terjadi pada orang yang mengalami obesitas atau kelebihan berat badan.

Oleh karena itu, dalam memperingati Hari Jantung Sedunia 2022, Radityo juga meminta semua pihak untuk lebih menjaga hati dan mengurangi asupan gula sehari-hari.

Karena gula pasti bisa terus masuk ke dalam tubuh, meski hanya mengonsumsi nasi, singkong, semangkuk mie, atau sekadar minum teh manis.

“Jadi jika kita makan karbohidrat bersih, kita harus mengurangi jumlah makanan karbohidrat. Tapi sekarang kita bisa menggantinya dengan gula buah, bukan masalah besar,” katanya.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan Eva Susanti menambahkan, konsumsi gula tidak boleh melebihi 50 gram atau setara dengan empat sendok makan per hari.

Di sejumlah negara, menurut dia, batasan konsumsi gula yang berguna untuk dikonsumsi tubuh adalah 25 gram per hari. Hal ini sebagai upaya untuk mengurangi tingginya prevalensi penyakit kardiovaskular.

“Perhatikan bahwa jika gula dikonsumsi berlebihan, itu akan meningkatkan kadar gula darah dan juga dapat menyebabkan diabetes. Oleh karena itu, kita juga harus mengontrol asupan gula yang masuk ke dalam tubuh,” ujar Eva.

Sebagai informasi, berdasarkan pengertian di situs resmi Kementerian Kesehatan RI, diabetes mellitus adalah penyakit atau gangguan metabolisme kronis dengan multi etiologi, yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah, disertai dengan pelanggaran karbohidrat, lipid dan metabolisme protein, serta akibat kurangnya fungsi insulin.

Artikel sebelumyaPemerintah Kabupaten Pasaman Barat akan segera mendirikan mall pelayanan publik.
Artikel berikutnyaVino Bastian merasa spesial saat pertama kali bermain horor "Kodrat"Mengapa?