Beranda Nusantara Mahasiswa tewas di Sukabumi akibat longsor

Mahasiswa tewas di Sukabumi akibat longsor

semua siswa yang tinggal di ruangan itu tertidur dan tiba-tiba dikejutkan oleh suara gemuruh yang berasal dari runtuhnya dinding kamar akibat longsor.

Sukabumi, Jawa Barat (ANTARA) – Seorang santri di Pondok Pesantren Yaspida di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, meninggal dunia setelah tertimbun longsor dan masuk ke asrama putra pondok pesantren tersebut pada Senin pagi.

“Saat terjadi longsor, korban yang dikenal dengan nama M. Arsyad tertidur pulas di kamar 4 Asrama Vadil Kuro Pondok Pesantren Yaspid, Sukabumi, sehingga tidak bisa melarikan diri saat material tanah menumpuk di atasnya,” kata seorang kecamatan. petugas penanggulangan bencana (P2BK) Tsisaat Imam Ismail kepada wartawan di Sukabumi, Senin.

Menurut informasi yang diterima dari staf P2BK Cisaat, kejadian bermula ketika sebuah tebing setinggi sekitar 10 meter yang masih berada di belakang asrama putra tiba-tiba ambruk dan tanah menyeruak ke kamar #4 yang merupakan rumah bagi 13 siswa, salah satunya. adalah korban … …

Saat kejadian, semua siswa yang tinggal di ruangan itu tertidur, dan tiba-tiba semua siswa terbangun setelah dikejutkan oleh suara gemuruh yang berasal dari runtuhnya dinding kamar yang terkena longsor.

Namun sayang, Arsyad yang sedang tertidur pulas tertimbun longsor. Para santri dan alumni pondok pesantren berusaha menyelamatkan nyawa seorang santri berusia 11 tahun dan berhasil dievakuasi dalam keadaan sudah meninggal.

Tebing runtuh karena rembesan air sehingga menyebabkan tanah retak dan menjadi tidak stabil yang akhirnya runtuh, kata Ismail. Hingga saat ini, pihaknya masih melakukan pendataan di lokasi, dan para siswa saat ini sedang bahu membahu membersihkan sisa lumpur yang longsor.

“Jenazah para korban diserahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan, dan kerugian akibat longsor masih dihitung, karena tidak hanya asrama yang rusak, tetapi juga barang-barang milik siswa yang tertimbun tanah,” tambahnya.

Sedangkan menurut keterangan salah satu siswa yang tinggal sekamar dengan korban, awalnya air merembes ke dalam asrama, meski saat itu tidak hujan, para siswa tidak menduga tebing akan runtuh tepat di belakang. asrama.

Tiba-tiba, bumi bergegas masuk ke kamarnya dan segera mengumpulkan pakaian dan barang milik para siswa. Situasi semakin panik setelah diketahui bahwa M. Arsyad yang sedang tertidur lelap telah dikubur dan ditemukan tewas.

Artikel sebelumyaTanggul sungai dan lahan pertanian rusak akibat banjir di Darajat
Artikel berikutnyaBPBD Tulungagung menggunakan alat berat untuk membersihkan material longsor