Beranda Nusantara Longsoran lahar melanda Gunung Merapi 110 kali dalam seminggu

Longsoran lahar melanda Gunung Merapi 110 kali dalam seminggu

Lava jatuh diamati 110 kali ke arah barat daya dengan rentang geser maksimum 2000 meter.

Yogyakarta (ANTARA) – Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta telah menerjang 110 longsoran lahar dalam sepekan terakhir.

“Lava jatuh terpantau 110 kali ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter,” kata Kepala BPPTKG Hanik Humayda dalam keterangan resmi di Yogyakarta, Jumat.

Ia mengatakan, berdasarkan pengamatan pada 19-25 November 2021, juga terpantau gunung api aktif mengeluarkan awan panas longsor ke arah barat daya dengan jarak luncur 1.800 meter.

Sementara itu, berdasarkan analisis morfologi Stasiun Kamera Deles5, Tunggularum, Ngepos, dan Babadan2, tidak ada perubahan morfologi yang signifikan baik di bagian barat daya maupun di bagian tengah kubah.

Hanik mengatakan volume kubah lava Merapi barat daya adalah 1.610.000 meter kubik, dan rata-rata kubah 2.927.000 meter kubik.

Intensitas gempa Merapi pekan ini masih cukup tinggi. Deformasi Gunung Merapi yang terpantau EDM masih menunjukkan laju penurunan jarak sebesar 0,2 cm per hari.

Minggu ini, 23 November 2021, hujan turun 50 mm per jam di Pos Pengamatan Gunung Merapi selama 210 menit di posko Kaliurang.

“Tidak ada laporan lahar atau aliran sungai tambahan yang berasal dari Gunung Merapi,” kata Hanik.

BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga.

Masyarakat diminta mewaspadai potensi dampak longsoran lahar dan awan panas Gunung Merapi di sektor selatan-barat daya, yang meliputi sungai Zheltaya, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.

Jika terjadi letusan, pelepasan material vulkanik dari Gunung Merapi bisa mencapai area dalam radius tiga kilometer dari puncak gunung.

Artikel sebelumyaPemprov Sumut dan Jepang Jajaki Kerjasama Pengelolaan Sampah
Artikel berikutnyaRahmania Astrini rilis "kupu-kupu", berbeda dari karya sebelumnya