Beranda Hukum Lab Polri mengawal Komnas HAM untuk mengusut TKP Duren Tiga.

Lab Polri mengawal Komnas HAM untuk mengusut TKP Duren Tiga.

Jakarta (ANTARA) –

Laboratorium Forensik Polri (Labfor) akan mendampingi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Polri pada Senin (15/8) untuk Pemeriksaan Tempat Kejadian Perkara (TKP) kematian Brigjen J di Komplek Polres Duren Tiga, Jakarta Selatan. .
Kabag Humas Polri, Inspektur Jenderal Paul. Dedi Prasetio, Minggu, membenarkan rencana pemeriksaan TKP Duren Tiga oleh Komnas HAM, termasuk didampingi Inafis dan seorang dokter polisi.
“Informasinya sebagai berikut, nanti didampingi oleh Labfor, Inafis dan petugas medis kepolisian. Tinggal menunggu “pembaruan” lagi,” kata Dedi.

Sebelumnya, Komnas HAM RI menemukan tanda-tanda pelanggaran HAM yang jelas atas tewasnya Brigjen J, terutama yang mengakibatkan “obstruksi keadilan” atau upaya merintangi penegakan hukum.
“Makanya salah satu prioritas kita, misalnya dalam masalah ‘penghalang keadilan’ dalam konteks kepolisian, adalah pemusnahan TKP,” kata Komisioner Komnas HAM Mohammad Choirul Anam di Jakarta, Kamis (8/11). . ).
Komnas HAM, kata dia, mencermati dan menyoroti “penghalang keadilan” dalam kasus tersebut. Karena jika ditemukan, itu akan menjadi bagian dari pelanggaran hak asasi manusia.

Komnas HAM memeriksa Inspektur Jenderal Pol. Ferdie Sambo, yang ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan pembunuhan berencana Brigjen J.
Ferdie Sambo ditetapkan sebagai tersangka bersama dua asisten dan seorang pembantu rumah tangga yang juga seorang sopir. Ketiganya adalah Bharada Richard Eliezer atau Bharada E., Brigadir Riki Rizal atau Bripka R.R. dan Strong Maaruf atau K.M. (sipil).
Keempat tersangka dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, tambahan Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP, yang diancam dengan pidana mati atau penjara seumur hidup atau 20 tahun. .
Dalam kasus ini, 31 anggota Polri melanggar prosedur di TKP Duren Tiga. Sebanyak 16 orang di antaranya ditahan di tempat khusus, yakni enam orang di markas brimob dan 10 orang di kantor polisi provost.

Artikel sebelumyaTarik tambang TNI AD dengan pasukan AS
Artikel berikutnyaAnggota DNR puji pemerintah Jokowi atas penanganan gejolak ekonomi