Beranda News KSP awasi penyelesaian masalah TKA di Sulawesi Tenggara

KSP awasi penyelesaian masalah TKA di Sulawesi Tenggara

Jakarta (ANTARA) – Kantor Pemerintahan Presiden (KSP) mengawasi penyelesaian keberadaan tenaga kerja asing (TKA) di Sulawesi Tenggara yang menimbulkan sejumlah masalah.

Ketua Pakar KSP Fajar Dvi Vishnuvardhani dalam siaran pers KSP di Jakarta, Jumat, mengatakan maraknya investasi asing di Sulawesi Tenggara berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan menciptakan banyak lapangan pekerjaan.

Di sisi lain juga menimbulkan masalah, antara lain kurangnya kontrol terhadap masuknya tenaga kerja asing, kurangnya pelatihan tenaga kerja asing, masalah pendataan jumlah tenaga kerja asing dan fungsi tenaga kerja asing di daerah ini.

Menurut dia, masalah utama dalam penyelesaian masalah tenaga kerja asing adalah kurangnya koordinasi di berbagai tingkatan. Mulai dari koordinasi lintas instansi, provinsi hingga daerah tingkat II.

“Harus ada rapat koordinasi antardepartemen terkait data ketenagakerjaan, ketentuan yang akan disepakati terkait tenaga kerja asing. KSP akan segera meninjaunya,” kata Fajar.

Sementara itu, Direktur Pengawasan Penggunaan Tenaga Kerja Asing Kementerian Tenaga Kerja, Haryanto, mengakui pengawasan penggunaan tenaga kerja asing memerlukan koordinasi antar kementerian dan instansi terkait.

“Penghitungan jumlah tenaga kerja asing khususnya di Konava, baik dari segi kuantitas maupun dari segi perizinan harus dilakukan bersama oleh pengawas ketenagakerjaan dan Ditjen Imigrasi,” kata Haryanto.

Sebagai informasi, ratusan TKA asal China tiba di Sulawesi Tenggara pada awal Juni 2020.

Kedatangan mereka terbagi menjadi dua gelombang. Beberapa TKA yang bekerja di Kabupaten Konave dikabarkan telah mendapat izin dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, termasuk pemberian visa kerja sebanyak 312.

Artikel sebelumyaPedoman Penuntutan Pelaku Narkoba Melalui Rehabilitasi
Artikel berikutnyaWapres Minta Pemerintah Daerah Tingkatkan Edukasi Masyarakat tentang Mitigasi Bencana