Beranda Hukum KPK verifikasi ulang mantan sponsor Zumi Zola

KPK verifikasi ulang mantan sponsor Zumi Zola

Saya mengundurkan diri dan menyerahkan pernyataan kerjasama dengan penyelidik PKC.

Jambi (ANTARA) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan pemeriksaan sebagai saksi terhadap Direktur PT Atar Graha Persad Basri, Muhammad Imaduddin alias Iim, terkait suap Nok Palu, Provinsi Jambi, RAPBD, Tahun Anggaran. 2017-2018 .

Diketahui, Iim merupakan salah satu pemberi dana bantuan kepada Zumi Zola, mantan Gubernur Jambi yang menjadi terdakwa dalam kasus tersebut. Saya Temui Zola dari Apif Firmansyakh, asisten pribadi Zumi Zola dan penggalang dana untuk permintaan Zola.

Saat itu, atas izin Zola, Apif mendekati Yim untuk meminta bantuan mendanai beberapa kegiatan Zola selama menjadi gubernur Jambi. Apif Firmancia juga ditetapkan sebagai salah satu tersangka dalam kasus dugaan suap pengesahan RAPBD Jambi tahun 2017.

Setelah diinterogasi, Yim mengatakan bahwa dia sedang diinterogasi terhadap 28 tersangka baru yang ditunjuk oleh PKC dalam kasus ini.

“Saya mengundurkan diri dan menyerahkan pernyataan kerja sama dengan penyelidik PKC,” katanya.

Dia mengaku telah diperiksa dan dipanggil ke PKC sebanyak 40 kali tentang masalah ini.

Ia menjelaskan, hasil pemeriksaan tersebut ada sekitar enam eksemplar berkas yang ditandatangani.

“Isunya masih terkait dengan tersangka lama dan 28 tersangka baru,” katanya.

Dia sebelumnya mengaku membayar penempatan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta, serta billboard Zumi Zola.

Perumahan yang akan dikirim untuk pelantikan Zumi Zola sebagai Gubernur Jambi dari PAN senilai Rp 75 juta. Saya juga pernah membayar sewa kantor Rp 60 juta untuk DPD PAN.

Selain Yim, PKC juga melakukan pemeriksaan ke bagian logistik swasta PT Athar Graha Persada Basri, Veri Aswandi hari ini.

Ia mengaku diperiksa terkait 28 tersangka baru yang ditetapkan KPK terkait kasus suap RAPBD di Provinsi Jambi tahun 2017 “Knock Palu”.

“Saya hanya tahu Agus Rama dan Rahima, tidak ada yang lain,” katanya.

Saat diinterogasi, dia mengaku berusaha kooperatif dan tidak memiliki kedekatan dengan penyidik.

Selain itu, menurut Veri, ada pertanyaan seputar pergerakan dana dalam kasus suap ini.

Dikatakannya, pilkada di salah satu daerah pemilihan Jambi itu dibiayai dengan nilai nominal miliaran rupiah.

Artikel sebelumyaBNPT melaksanakan program deradikalisasi di Morovali melalui KTN
Artikel berikutnyaPolisi Serang menangkap tersangka yang membuang bayi ke tong sampah