Beranda Trending KPI imbau lembaga penyiaran tidak menayangkan pelaku KDRT

KPI imbau lembaga penyiaran tidak menayangkan pelaku KDRT

Jakarta (ANTARA) – Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengimbau seluruh lembaga penyiaran tidak mewakili pelaku kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sebagai pelaku, pelaku, dan pelaku.

“Jadi ini permohonan banding, tidak tertulis secara eksplisit, tapi komitmen Komisi Penyiaran Indonesia,” kata Komisioner KPI Pusat Nuning Rodya saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Sabtu.

Himbauan ini muncul setelah tersiar kabar tentang penyanyi Dangdut Lesty Kejore yang diduga menjadi korban KDRT oleh suaminya Rizka Billar.

Rizky Billar yang ternyata seorang publik figur jika kemudian terbukti melakukan KDRT namun masih sering tampil di televisi, akan dianggap berbahaya jika masih diberi tempat dalam program siaran. Menurut KPI, hal ini dapat menimbulkan persepsi di masyarakat bahwa KDRT adalah kejahatan biasa, karena pelakunya bebas tampil di televisi.

“Jangan sampai penjahat ini dimuliakan dan diagungkan sebagai publik figur. Kita juga harus terlibat memberikan efek jera bagi pelaku KDRT, bahkan di ruang siaran kita,” kata Nuning.

Selain itu, Nooning mengatakan KPI akan terus memberikan sanksi kepada lembaga penyiaran, meski larangan menampilkan pelaku KDRT hanya dalih. KPI akan mempertimbangkan apakah program tersebut murni proses hukum atau pembenaran bagi pelanggar.

Teguran atau sanksi yang akan dikeluarkan KPI akan mengacu pada Undang-Undang Penyiaran Nomor 32 Tahun 2002 yang mengatur bahwa penyiaran harus memiliki fungsi mendidik, memberikan informasi, dan menghibur masyarakat. Fungsi edukasi inilah yang kemudian menjadi dasar himbauan kepada seluruh lembaga penyiaran dengan permintaan untuk tidak menayangkan, tidak menyediakan tempat bagi pelaku KDRT.

Selain itu, link lain yang dapat digunakan untuk peringatan adalah Kode Etik Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS).

“Dalam konteks penegakan hukum, kami akan memberikan penjelasan, tetapi jika dia menjadi nara sumber yang justru membuka ruang pribadi dan meningkatkan hegemoninya atas perilakunya, maka tidak pantas lagi kami tampil di televisi,” kata Nooning. .

Artikel sebelumyaTemui Andrea, penyanyi Filipina yang membuka The Script.
Artikel berikutnyaKSAD Dudung menjelaskan hubungannya dengan Panglima TNI