Beranda Warganet Korem 142/TTG Sulbar menyampaikan pelatihan penanggulangan bencana

Korem 142/TTG Sulbar menyampaikan pelatihan penanggulangan bencana

Acara ini juga akan meningkatkan solidaritas dan kekompakan personel penanggulangan bencana.

Mamuju (ANTARA) – Komando Resor Militer (Korem) 142 Taroada Tarogau, Sulawesi Barat (Sulbar), memberikan pelatihan penanggulangan bencana untuk mengikuti perubahan cuaca yang dapat menyebabkan bencana alam.

“Sesuai prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebagian besar wilayah Indonesia akan terkena dampak fenomena La Nina pada 2021,” kata Komandan Korea (Danrem) 142 Taroada Tarogau (TTG) Sulbar, Brigjen Firman Dahlan. ke Mamuju, Selasa.

Dia mengatakan, seperti di wilayah Sulawesi Barat, perkiraan BMKG untuk Kabupaten Majene menyebutkan akan turun hujan dalam tiga bulan terakhir dari November 2021 hingga Januari 2022.

“Korem 142 Sulbar memberikan pelatihan penanggulangan bencana untuk mengikuti dan mengantisipasi guncangan gempa yang memaksa masyarakat mengungsi,” katanya.

Dia mengatakan La Nina adalah fenomena suhu permukaan laut (SML) di Samudra Pasifik bagian tengah yang mendingin dalam kondisi normal.

Hal ini kemudian mengurangi kemungkinan tumbuhnya awan di tengah Samudera Pasifik dan meningkatkan curah hujan di Indonesia secara keseluruhan, yang dapat menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, angin puting beliung, dll.

“Akhir tahun ini, efek fenomena La Nina mulai terlihat di wilayah Sulawesi Barat, terjadi longsor di beberapa tempat yang melumpuhkan jalan Transulawesi, seperti yang terjadi di Kecamatan Onang, Kabupaten Majene dan Kabupaten Tapalang. , Mamuju, maka dari itu diberikan pelatihan penanggulangan bencana, kata Danrem.

Pelatihan penanggulangan bencana yang diikuti oleh ratusan pegawai TNI dan Polri dari Basarnas, Satpol PP, Tagan ini dihadiri oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Sulbar Didik Istiyanta dan Kapolda Sulbar Irjen. Eco Budi Sampurno dan choir director Mamuju Soutine Suhardi Duka.

Kapolda Sulbar mengatakan pelatihan penanggulangan bencana ini sangat membantu dalam melatih dan mengasah kemampuan tim SAR dalam penanggulangan bencana.

“Latihan ini juga akan meningkatkan solidaritas dan kekompakan personel penanggulangan bencana sehingga dapat bertindak cepat dan tepat,” ujarnya.

Artikel sebelumyaPemkot Kendari ajak pelajar dan mahasiswa lawan berita hoax
Artikel berikutnyaTeras Narang: Hutan primer di Kalimantan Tengah tidak boleh dimasukkan dalam ZRZ