Beranda Hukum Komnas HAM belum menerima konfirmasi lokasi pemeriksaan Ferdy Sambo

Komnas HAM belum menerima konfirmasi lokasi pemeriksaan Ferdy Sambo

Jakarta (ANTARA) – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Indonesia menyatakan sejauh ini belum mendapat konfirmasi dari pihak terkait terkait lokasi atau lokasi permintaan keterangan Irjen Ferdy Sambo oleh lembaga tersebut.

“Hingga hari ini kami belum menerima konfirmasi ke mana arah penyidikan dan sebagainya,” kata Mohammad Choirul Anam, Komisioner Komnas HAM, Rabu di Jakarta.

Namun, Anam berjanji akan memberitahukan kepada media jika mendapat konfirmasi waktu dan tempat permintaan keterangan dari tersangka dalam kasus meninggalnya Brigadir J.

Tak hanya Ferdy Sambo, Komnas HAM masih menunggu konfirmasi waktu dan tempat permintaan keterangan dari Putri Kandrawati, istri Ferdy Sambo.

“Kami berdua menunggu konfirmasi,” katanya.

Sesuai jadwal, Anam berharap pada Jumat (8 November) Komnas HAM dapat menerima atau meminta informasi langsung dari Irjen Ferdy Sambo, termasuk Putri Kandrawati.

“Kami berharap bisa datang ke kantor Komnas HAM. Namun, jika ada pertimbangan tertentu, kami akan mengikuti pertimbangan terbaik,” katanya.

Sebelumnya, tim polisi khusus menetapkan empat orang sebagai tersangka kasus penembakan terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Khutabarat atau Brigadir J. atas dugaan pembunuhan berencana. Keempatnya terancam hukuman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Agus Andrianto, Kasat Reskrim Polri Komiens Polri, menyatakan keempat tersangka itu adalah Bharada Dua Polri Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E., Bripka Riki Rizal atau Bripka R., Strong dan Irjen Ferdy Sambo. . .

“Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap empat orang tersangka, sesuai dengan perannya, penyidik ​​menetapkan Pasal 340 tambahan Pasal 338 juncto Pasal 338 jo Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP Federasi Rusia dengan hukuman paling lama ancaman pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling lama 20 tahun,” kata Agus.

Artikel sebelumyaDLH Mukomuko mengancam akan menuntut pemilik akun Facebook Edi Mashuri
Artikel berikutnyaPemerintah Kabupaten Kudus sedang mempertimbangkan untuk membatalkan MOU dengan investor China.