Beranda News Komisi III meminta polisi bersikap objektif terhadap kritik masyarakat

Komisi III meminta polisi bersikap objektif terhadap kritik masyarakat

Jakarta (ANTARA) – Wakil Ketua Komisi III DPR RI Pangeran Khayrul Saleh meminta polisi bertindak lebih objektif dan mengedepankan sisi kemanusiaan dari setiap kritik dari masyarakat.

“Ini tentu mencerminkan dua hal: pertama, instruksi Kapolri sendiri kepada Polri untuk mengutamakan keadilan restoratif dan SKB UU ITE. Kedua, kita harus menghormati kebebasan berekspresi akademik,” kata Pangeran Khayrul Saleh. keterangannya di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan hal itu karena tindakan polisi terhadap panggilan Rektor Universitas Mulawarman BEM (UnMul) karena menyebut Wakil Presiden Ma’ruf Amin sebagai “Patung Istana” di akun Instagram-nya.

Pangeran mengatakan bahwa setiap bentuk aspirasi yang diungkapkan oleh masyarakat harus dicermati dengan cermat tanpa menimbulkan kesan arogansi terhadap kekuasaan aparat.

Oleh karena itu, ia berharap pemanggilan BEM Presiden UnMula oleh polisi merupakan bagian dari restorative justice melalui mediasi dan musyawarah tanpa ada tindakan yang mengarah pada pembalasan.

“Sebagai lembaga yang disorot publik dan kebijakan pembaruan kepolisian yang ditempuh Kapolri Jenderal Listio Sigit Prabovo, sudah sepatutnya Polri mengedepankan sisi humanistik ketimbang pendekatan kekuasaan,” ujarnya. dikatakan.

Dia merasa sudah saatnya polisi membuktikan dan mengembalikan kepercayaan publik bahwa beberapa polisi mungkin baru-baru ini mencemarkan nama baik.

Artikel sebelumyaPresiden berencana uji langsung lintasan Mandalika
Artikel berikutnyaPedoman Penuntutan Pelaku Narkoba Melalui Rehabilitasi