Beranda News Kodam XVIII / Kasuari Siap Dukung Otsus Jilid 2

Kodam XVIII / Kasuari Siap Dukung Otsus Jilid 2

Sebanyak 1.246 mahasiswa Papua dibiayai secara aktif oleh Dana Otonomi Khusus, bahkan 24 pemuda Papua bisa kuliah di universitas AS.

Jakarta (ANTARA) – Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen I Nyoman Kantiasa mengatakan, markasnya siap mendukung Otonomi Khusus (Otsus) jilid kedua.

“Kami mendukung pelaksanaan kebijakan otonomi khusus di Papua Barat dan akan siap menjaga keamanan di seluruh wilayah Papua Barat,” kata Nyoman mengutip siaran pers di Jakarta, Kamis.

Kodam XVIII/Kasuari mengajak seluruh warga Papua Barat mengucapkan terima kasih telah menerima Otsus Jilid 2.

“Saya berharap semua orang Papua Barat akan makmur. Amin,” ujarnya.

Di bidang pertahanan, kata dia, program Otsus memiliki keunggulan yang jelas dengan mempekerjakan 1.000 prajurit TNI bagi pemuda adat di Papua di Papua Barat. Program tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Mabes TNI dan Pemerintah Provinsi Papua Barat.

“Berkat Kode XVIII/Kasuari, program otonomi khusus Papua Barat sangat bermanfaat dan nyata bagi masyarakat Papua. Dalam hal ini, generasi muda Papua seribu orang langsung mendapat jatah wajib militer,” ujarnya.

Sebelumnya, Pangdam didampingi Asospps, Aster dan Capendam XVIII/Kasuari menghadiri konferensi pers Otonomi Khusus (Otsus) Provinsi Papua di Hotel Aston Niu Manokwari, Papua Barat, Kamis.

Acara tersebut diselenggarakan sehubungan dengan penutupan rapat paripurna DPR RI untuk sidang kelima tahun 2021 dengan salah satu agenda pengesahan RUU kedua tentang perubahan Undang-Undang Otonomi Khusus Nomor 21 Tahun 2001 tentang otonomi khusus. untuk Provinsi Papua.

Terkait hal itu, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandakan mengatakan DPR RI telah mengesahkan Undang-Undang Perubahan Kedua (RUU) atas Undang-Undang Otonomi Khusus Papua.

Ia menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah dan DPR RI yang telah mengesahkan RUU Perubahan Kedua Undang-Undang Otonomi Khusus, sehingga momentum pembangunan di Provinsi Papua Barat pada khususnya dan wilayah Papua Barat pada umumnya dapat terus berlanjut. . bekerja dengan mantap dan berusaha untuk perbaikan berkelanjutan.

Gubernur juga mengimbau warga West Papua dan Papua untuk menyambut amandemen kedua UU Otsus dan tidak mengalah pada provokasi pihak-pihak yang terus menebar oposisi terhadap upaya baik pemerintah.

“Mari kita jadikan momentum ini sebagai titik awal perbaikan di segala bidang dalam rangka percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua, khususnya masyarakat asli Papua,” ujarnya.

Program Otonomi Khusus Papua dan Papua Barat melalui Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2021 sebelumnya dinilai berhasil meningkatkan taraf hidup masyarakat. Diharapkan melalui program ini, ia akan mampu membela hak asasi manusia dan supremasi hukum yang demokratis serta mempromosikan pengakuan hak-hak dasar orang asli Papua (OAP).

Selain itu, pelaksanaan Otsus juga dianggap sebagai cara terbaik untuk mengembangkan sumber daya fisik dan manusia Papua. Misalnya, saat ini 1246 mahasiswa Papua aktif dibiayai dana Otsus, bahkan 24 pemuda Papua bisa kuliah di universitas AS.

Sejauh ini, 82 persen orang Papua setuju dengan Otsus, menurut survei yang dilakukan Badan Intelijen Negara (BIN) bekerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi. Ini membuktikan bahwa Otsus juga sangat dibutuhkan oleh masyarakat Papua dan Papua Barat.

Artikel sebelumyaPutusan pengadilan Edhi tentang suap untuk ekspor benih masih tertunda inkracht
Artikel berikutnyaAturan SIM Motor Baru Akan Ada di Maluku