Beranda Nusantara KLHK dan pemerintah daerah berbagi peran dalam restorasi mangrove

KLHK dan pemerintah daerah berbagi peran dalam restorasi mangrove

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Direktur Pengendalian Kerusakan Lahan dan Sumber Daya Air, mengatakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terus berbagi peran dengan otoritas setempat dalam memulihkan kerusakan. bakau.

“701.000 hektar mangrove menjadi tanggung jawab kita untuk merehabilitasi sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Mangrove berada di dalam dan di luar wilayah, dan tentunya restorasi didasarkan pada pemisahan peran baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dan lembaga swadaya masyarakat. .” ujarnya dalam diskusi online bertajuk “Satu Juta Hutan Mangrove untuk Kehidupan”, dipantau di Jakarta, Kamis.

Ia menjelaskan, pemerintah juga terus bermitra dengan lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan dunia usaha swasta yang ingin berkontribusi dalam pelestarian mangrove melalui program tanggung jawab sosial perusahaan.

“Di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, kami memiliki program restorasi mangrove di divisinya, di UPT (Unit Teknis Pelaksana)-nya yaitu Pusat Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan di hutan lindung masing-masing provinsi yang selama ini melakukan pemulihan mangrove. dua tahun. dan program pengelolaan melalui National Economic Recovery Scheme atau PEN. “, – dia berkata.

Selain itu, KLHK juga bekerja sama dengan kementerian dan lembaga lain untuk merehabilitasi mangrove yang rusak, seperti Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Pertanian dan Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Kementerian Pariwisata, untuk menjadikan mangrove sebagai destinasi wisata. …

Restorasi mangrove melalui penanaman kembali akan memacu Indonesia untuk mencapai tujuannya mengurangi emisi karbon sebesar 29 persen pada tahun 2030, katanya.

Pasalnya, menurut penelitian terbaru, tanaman mangrove menyerap emisi empat kali lebih banyak dibandingkan tanaman lain.

Pada kesempatan yang sama, Mahavan Karuniasa, Ketua Umum Jaringan Ahli Perubahan Iklim dan Kehutanan Indonesia (APIK), mengatakan restorasi mangrove sangat diperlukan untuk menjaga suhu bumi agar tidak naik lebih dari 1,5 derajat Celcius.

“Jika mangrove ditebang, emisi karbon bisa meningkat dan akhirnya suhu bumi bisa naik lebih dari 1,5 derajat Celcius. Bencana alam seperti banjir juga akan semakin sering terjadi, termasuk di Indonesia dimana banjir telah meningkat lebih dari 35 kali lipat. ,” dia berkata.

Artikel sebelumyaAPIK: ajak anak muda untuk restorasi mangrove
Artikel berikutnyaMaluku mengalami gerhana bulan sebagian yang terlihat di akhir fase.