Beranda Warganet Ketua DPD RI Minta Bulog Jatim Percepat Penyebaran PPKM Beras

Ketua DPD RI Minta Bulog Jatim Percepat Penyebaran PPKM Beras

Madiun (ANTARA) – Ketua DPD RI A.A. LaNyalla Mahmoud Mattalitti telah melakukan pendekatan kepada Bulog Jatim untuk mempercepat penyaluran bantuan beras penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) kepada masyarakat yang terkena dampak kebijakan dan yang membutuhkan bantuan.

Kanwil Jawa Timur Bulog hanya menyalurkan 8.604 ton beras pekan ini. Pada saat yang sama, 31 ribu ton akan dibagikan kepada 3.198.864 keluarga penerima (KPM).

“Bulog Jatim harus cepat menyebar. Jangan biarkan orang menunggu lama dan kelaparan. Mereka sangat membutuhkannya,” kata LaNyalla saat rehat di Midiune, Jawa Timur, Jumat.

Masih banyak beras yang akan dibagikan, sehingga Senator dari Jatim meminta Bulog untuk mengoptimalkan koordinasi dengan gudang di setiap kota dan wilayah di Jatim agar tugas dapat diselesaikan dengan cepat dan cepat.

Namun, LaNialla mengingatkan agar tetap mematuhi aturan kesehatan yang ketat saat membagikan beras.

“Meskipun kecepatan sangat penting, kemajuan perlu diperhatikan. Waspadai keselamatan petugas dari dampak COVID-19 dan jangan mengundang orang banyak saat membagikannya. Ini harus dipatuhi,” kata mantan Ketua Umum PSSI itu.

Bulog juga harus memperhatikan kualitas nasi yang disajikan. Pihaknya tidak mau mendengar adanya bantuan pemerintah untuk beras yang tidak layak dan banyak kutu.

“Oleh karena itu, dalam pendistribusian, diperlukan kelompok monitoring dan evaluasi. Selain menjaga kualitas beras, juga menilai proses distribusi dan mengidentifikasi permasalahan di lapangan,” imbuhnya.

Perum Bulog bermitra dengan Kementerian Sosial RI dalam penyaluran 10 kg beras kepada 10 juta keluarga penerima manfaat (PKH) KPM, 10 juta bantuan sosial tunai (BST) KPM dan 8,8 juta bantuan pangan non tunai KPM (BPNT)/non-PKH Dasar Kartu Makanan.

Artikel sebelumyaDrummer Tio Nugros: Alam Mempengaruhi Musik
Artikel berikutnyaBNN: Jalan kaki di malam hari adalah penggunaan narkoba paling berbahaya bagi pelajar