Beranda News Kepala CASN menyebutkan dua aspek, jadi "pekerjaan rumah" pengelolaan ASN berbasis merit

Kepala CASN menyebutkan dua aspek, jadi "pekerjaan rumah" pengelolaan ASN berbasis merit

Jakarta (ANTARA) – Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) Agus Pramusinto mengatakan aspek tata kerja, serta promosi dan mutasi merupakan dua aspek yang paling perlu ditingkatkan oleh instansi pemerintah berdasarkan penilaian terhadap penerapan sistem merit. dalam pengelolaan ASN.

“Manajemen kinerja merupakan hal yang perlu diperbaiki dan rotasi mutasi juga banyak pekerjaan rumah (PR),” kata Agus Pramusinto dalam rapat usai Meritocracy Award 2022 di Jakarta, Kamis.

Secara umum, Agus menyebutkan ada delapan aspek pengelolaan ASN yang dinilai terkait penerapan merit system KASN, yaitu: perencanaan kebutuhan; pembelian; pengembangan karir; promosi dan mutasi; manajemen kinerja, penggajian, penghargaan dan disiplin; perlindungan dan pemeliharaan; dan penggunaan sistem informasi.

Namun, selain delapan aspek tersebut, kata dia, perlu ditekankan succession plan di masing-masing lembaga publik saat menerapkan merit system dalam manajemen ASN.

“Namun kami tegaskan bahwa di masing-masing instansi tersebut ada yang namanya succession plan, yang nantinya akan membedakan apakah suatu instansi publik diberikan pengecualian dalam seleksi terbuka atau tidak, karena itu spiritnya dalam merit system. ,” jelasnya.

Jika rencana suksesi di setiap instansi pemerintah tersedia, katanya, seleksi terbuka yang relatif panjang dan mahal tidak diperlukan.

“Dengan succession plan akan lebih cepat, ini yang ingin kita capai bersama,” imbuhnya.

Untuk menuntaskan pekerjaan rumah penerapan sistem merit untuk mengatur ASN, Agus mengatakan pihaknya perlu bekerja sama dengan kementerian dan lembaga pemerintah nonkementerian (K/L) lainnya.

Selain itu, KASN juga bekerja sama dengan Ikatan Administrasi Publik Indonesia (IAPA) dan perguruan tinggi di berbagai daerah untuk turut serta membantu sistem manajemen merit ASN.

“Tentu saja kita tidak bisa melakukannya sendiri. Kita harus bekerjasama terutama dengan Kemenpan RB (Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi) dan juga dengan BKN (Badan Kepegawaian Negara) karena sumber daya manusia (SDM) kita terbatas. Sementara itu, kami bisa meminta bantuan BKN yang punya kanwil (kanwil) untuk memberikan pengarahan agar nantinya bisa dilakukan quick assessment,” kata Agus.

Terkait hal itu, Agus mengatakan KASN telah melakukan berbagai percepatan seperti inisiasi Komunitas praktek (CoP) Merit system dan pendirian Laboratorium Merit System di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kabupaten Nias, Sumatera Utara.

“Dan berhasil naik dari kategori buruk menjadi baik,” imbuhnya.

Selain itu, KASN membuka klinik konsultasi bagi instansi pemerintah, dimulai dengan pengisian lowongan; nilai inti, kode etik dan perilaku, netralitas ASN; untuk menerapkan sistem merit.

KASN juga membantu instansi pemerintah dalam melengkapi aplikasi Sistem Informasi Penilaian Mandiri Aplikasi Sistem Merit (SIPINTER) untuk menilai tingkat penerapan sistem merit.

“Mereka diberi tautan, Jika terbuka saya bisa berkonsultasi. Jadi, seperti klinik terbuka kan? Tidak (c) jam kerja. platform kursus on line menjadi penting bagi kami. Pengisian melalui SIPINTER akan membantu mempercepat prosesnya,” kata Agus.

Artikel sebelumyaWapres mengingatkan, visi MUI hanya satu
Artikel berikutnyaPolisi menangkap dua turis di Jembatan Ampera Palembang.