Beranda Nusantara Kepala BNPB meminta daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak La Nini

Kepala BNPB meminta daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak La Nini

Jakarta (ANTARA) – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Ganip Varsito meminta daerah rawan bencana hidrometeorologi untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan tindakan mitigasi dampak La Niña yang diperkirakan berlangsung hingga awal tahun depan.

“Dalam skala yang lebih kecil yaitu di kabupaten/kota, kesadaran dan mitigasi dampak La Nina mutlak diperlukan,” kata Kepala BNPB Ganip pada Rapat Koordinasi Prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di La Nina. diikuti secara online dari Jakarta, Jumat.

Secara spesifik, Ganip menyoroti beberapa provinsi yang mencatat bencana hidrometeorologi terbasah seperti banjir dan longsor pada 2016-2020, yakni Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan, menurut data yang dihimpun BNPB.

Ia mencontohkan, Jawa Barat memiliki wilayah/kota yang perlu mendapat perhatian karena tingginya frekuensi bencana alam seperti Kabupaten Bogor, Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Bandung. Sedangkan Jawa Tengah menjadi tempat Kabupaten Cilacap, Kota Semarang dan Kabupaten Banyumas.

“Ada upaya mitigasi dan kesiapsiagaan jangka pendek untuk menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi basah, termasuk lima langkah, yaitu perlu diadakan rapat kesiapsiagaan,” jelas Ganip.

Pemanggilan tersebut dilakukan untuk memeriksa kesiapan staf, alat dan saran dukungan lainnya. Upaya lainnya adalah segera menyiapkan rencana darurat dampak bencana hidrometeorologi akibat La Nina.

Langkah selanjutnya adalah menyiapkan status siaga darurat tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Upaya mitigasi yang dilakukan antara lain penanaman vegetasi, pembersihan saluran air, pembangunan tanggul sungai, penguatan lereng menggunakan beton dan vegetasi, serta optimalisasi drainase permukaan.

Selain itu, melaksanakan upaya kesiapsiagaan masyarakat dengan memantau pesan peringatan dini dari BMKG. BMKG melacak keberadaan fenomena La Nini Lemah hingga akhir tahun, dan kondisi ini akan berlanjut hingga Februari 2022 pada tingkat menengah.

Fenomena La Niña dapat meningkatkan curah hujan, yang juga berkontribusi pada peningkatan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.

Artikel sebelumyaBMKG prediksi puncak La Nina Januari-Februari 2022
Artikel berikutnyaKepala BNPB: Peringatan dini sangat penting dalam menghadapi bencana akibat La Nina