Beranda Warganet Kemenkes: pasokan vaksin di kuartal IV terus bertambah

Kemenkes: pasokan vaksin di kuartal IV terus bertambah

Jakarta (ANTARA) – Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI untuk Vaksinasi COVID-19 Kota, Nadia Tarmizi, mengatakan pasokan vaksin dalam negeri diperkirakan akan terus meningkat hingga kuartal IV 2021.

“Vaksin ini akan meningkat pada Oktober, November, Desember 2021 menjadi 80 juta dosis,” kata Nadia Tarmizi kepada City saat dialog produktif virtual pada Selasa, dipantau dari Jakarta pada Selasa (27/7) malam.

Hingga saat ini, Indonesia telah menerima total 151,9 juta dosis vaksin COVID-19, kata Nadi. Vaksin Sinovac ditambahkan pada Selasa sore dengan 21,2 juta dosis. “Ini adalah batch terbesar yang pernah diterima Indonesia. Dulu sekitar 10 sampai 13 juta dosis dari Sinovac,” ujarnya.

Menurut Naida, vaksin tersebut akan digunakan pada Agustus 2021 untuk meningkatkan dosis vaksin yang diberikan kepada penerima manfaat.

Indonesia menerima total 54 juta dosis vaksin pada Juli 2021, kata Nadi, di antaranya total 39,2 juta dosis Sinovac, 6,7 juta dosis Astrazeneca, 4 juta dosis Sinopharm untuk gotong royong dan 4,5 juta dosis Moderna.

“Agustus ada sekitar 60 juta dosis, September 60 juta dosis, Oktober November, Desember sekitar 80 juta dosis,” katanya.

Nadia mengatakan semua vaksin dalam bentuk setengah jadi dan jadi akan diproses untuk menghasilkan total 151,9 juta dosis vaksin tambahan.

“Semua kebutuhan vaksin baru bisa terpenuhi jika semuanya dikirim oleh produsen vaksin pada Desember 2021. Jadi sebenarnya vaksinasi ini harus kita lakukan secara prioritas dan bertahap, mengingat suplai vaksinnya juga akan bertahap,” ujarnya. …

Nadia menambahkan, laporan pengiriman vaksin pada pekan lalu di beberapa daerah mulai menipis akibat terbatasnya pasokan vaksin nasional. “Dengan 151,9 juta dosis vaksin yang diterima, sebenarnya masih mewakili sekitar 30 persen dari total kebutuhan vaksin Indonesia sebesar 462 juta dosis,” katanya.

Menurut Nadi, hingga Senin (26/7), jumlah WNI yang divaksinasi mencapai 63 juta. Sebanyak 45 juta orang, di mana dosis pertama dan kedua – sekitar 18 juta orang.

“Tentu ini cukup banyak jika kita melihat 63 juta lagi yang kita bawa,” katanya.

Dia mengatakan target vaksinasi COVID-19 saat ini ditetapkan sebesar 208,2 juta. Jumlah ini meningkat dari target semula 181,5 juta setelah penambahan target untuk kelompok usia 12 hingga 17 tahun.

Artikel sebelumyaKelompok sasaran: pembukaan pasar Tanah Abang sesuai peraturan
Artikel berikutnyaKomisaris X: PP telah didesain ulang sehingga UI siap menghadapi tantangan global.