Beranda Warganet Kemendes PDTT minta BSI berikan layanan perbankan sampai ke pelosok desa

Kemendes PDTT minta BSI berikan layanan perbankan sampai ke pelosok desa

“Ada satu makna yang perlu kita renungkan lagi bahwa kemitraan yang dibangun BSI lebih mengutamakan aspek manfaat…”

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Pertanian, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Pemukiman Kembali (Kemendes PDTT) telah melakukan pendekatan kepada Bank Syariah Indonesia (BSI) untuk memberikan layanan perbankan hingga ke pelosok desa.

“Kami berharap BSI dapat memberikan dampak yang signifikan bersama kekuatan ekonomi lainnya untuk mendorong peningkatan ekonomi di desa,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian PDTT Tawfiq Majid dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Dia meminta perbankan berperan aktif dalam mempercepat kebangkitan ekonomi masyarakat di pedesaan.

Kehadiran PT BSI Tbk di pedesaan tidak hanya memberikan peluang dan peluang, tetapi juga memberikan berbagai pilihan perbankan di antara sekian banyak bank tradisional yang ada, ujarnya.

“Ada satu makna yang perlu kita berikan pandangan baru bahwa kemitraan yang dibangun BSI mengutamakan aspek manfaat. Ada satu terminologi yang identik dengan aspek syariah,” kata Taufik saat menandatangani Nota Kesepahaman antar kementerian. Penyelesaian PDTT dan PT BSI Tbk hari ini (5/8).

Ia mengingatkan, tugas BSI dalam kerjasama ini cukup berat, yaitu: penguatan dan pengembangan ekonomi masyarakat, meliputi 74.961 desa, 62 kabupaten tertinggal, dan 52 pemukiman kembali.

Namun selain itu, Taufik mengatakan BSI bisa membuka peluang kerjasama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“Ini wilayah yang besar, apalagi dengan misi BSI untuk meningkatkan usaha ekonomi masyarakat pedesaan. Ini sangat sejalan dengan apa yang dilakukan Kemendes PDTT,” ujarnya.

Sementara itu, Anton Sukarna, Direktur Penjualan dan Distribusi PT Bank Syariah Indonesia Tbk, mengatakan penandatanganan Nota Kesepahaman antara BSI dengan Kementerian Desa PDTT dalam bentuk kerjasama perbankan syariah untuk mempermudah dan memperlancar transaksi perbankan.

“Kolaborasi penggunaan produk dan layanan ini diharapkan dapat mendorong peningkatan literasi dan integrasi perbankan syariah di Indonesia,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya bangga bisa bermitra dengan Kemendes PDTT yang mempekerjakan sejumlah pegawai negeri sipil (ASN) sekitar 6.000.

Sebelumnya, Kepala Humas Kemendes PDTT, Erlene Charlinatun mengatakan, awal kerjasama dimulai pada 28 April 2021 dengan pertemuan Sekjen Kemendes PDTT Tawfiq Majid dengan Dirjen BSI Firman. Pelatuk dan karyawannya.

Dalam pertemuan tersebut, lanjutnya, dibahas masalah implementasi produk dan layanan perbankan syariah, program corporate social responsibility (CSR) BSI Tbk untuk masyarakat pedesaan, daerah tertinggal dan migrasi.

“Ruang lingkup kerja sama yang disepakati bersama (Kemendes PDTT dan BSI) mencakup beberapa hal, antara lain memfasilitasi penyediaan layanan perbankan berbasis syariah untuk memfasilitasi transaksi perbankan, memanfaatkan kekuatan produk perbankan berbasis syariah, berbagi data dan informasi sesuai kebutuhan. . .. dan tidak melanggar ketentuan yang berlaku bagi masing-masing pihak,” jelasnya.

Artikel sebelumyaBNPB: NTB Tingkatkan Ketahanan Pasca Gempa Agustus 2018
Artikel berikutnyaRejang Lebong-Enggano, dua bahasa daerah di Bengkulu terancam punah