Beranda Warganet Kemenag optimistis bisa menjadi pemain global dalam ekspor produk halal.

Kemenag optimistis bisa menjadi pemain global dalam ekspor produk halal.

Optimisme ini luar biasa

Jakarta (ANTARA) – Badan Penjaminan Mutu Halal Kementerian Agama (BPJPH) optimistis Indonesia bisa menjadi pemain global eksportir halal jika bisa memaksimalkan modal halalnya.

“Modal halal meliputi modal agama dan demografi, modal sosial budaya, modal bisnis dan industri, modal ekonomi, modal regulasi dan dukungan politik, serta modal bilateral dan multilateral,” kata Pj Kepala BPJPH Mastuki dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta. … , Jumat.

Optimisme Mastuka terungkap saat menjadi konsultan program pendampingan Kebijaksanaan Ekspor di Sekolah Ekspor yang diikuti beberapa siswa.

Para mahasiswa memiliki peluang besar untuk menjunjung tinggi cita-cita Indonesia sebagai produsen halal terbesar dunia, ujarnya.

Menurutnya, ide-ide dari anak muda sangat dibutuhkan, terutama dalam menciptakan produk-produk segar dan inovatif yang dapat diterima oleh semua orang.

“Saya sangat senang melihat banyak orang di sini mengatakan bahwa mereka bisa, pasti bisa, sangat bisa! Optimisme ini luar biasa. Sejumlah fakta dan data akan saya paparkan untuk menggambarkan besarnya peluang ekspor produk halal Indonesia sehingga optimisme rekan-rekan mahasiswa semakin kuat,” ujarnya.

Dijelaskannya, secara demografis penduduk muslim Indonesia telah mencapai 209,1 juta (87 persen) atau 13,1 persen dari penduduk muslim dunia. Kebutuhan produk halal lokal yang besar tentunya memberikan kontribusi yang besar terhadap iklim industri halal.

Sementara itu, secara sosial budaya masyarakat secara kreatif menghasilkan berbagai produk halal, mulai dari kuliner unggulan dan daerah atau produk estetika. Di sisi lain, tren gaya hidup halal juga sedang naik daun.

“Jumlah UKM sudah mencapai 62 juta, ini potensi besar, dan kami berusaha untuk terus tumbuh, modernisasi dan berorientasi ekspor. Tentu saja, mereka juga memiliki pangsa pasar lokal yang sangat besar.” dia berkata.

Di sisi lain, menurut dia, perhatian pemerintah terhadap pengembangan UMK juga sangat tinggi, terbukti dengan berbagai dana dan sarana yang diberikan, mulai dari permodalan, kemudahan perizinan dan diakhiri dengan berbagai penyederhanaan, termasuk sertifikasi halal.

Pemerintah bersama pihak terkait Halal juga berupaya mengembangkan kompleks industri halal (KIH), wisata halal, dan penelitian dan pengembangan halal, sinergi industri besar dan menengah dengan UMK, dan berbagai program lainnya.

Sementara itu, peran Indonesia di kancah dunia terbuka lebar, terutama dengan negara-negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI). Data menunjukkan bahwa OKI memiliki 57 negara anggota, yang merupakan rumah bagi 24,1 persen dari total populasi Muslim dunia sebesar 1,86 miliar.

Jumlah tersebut belum termasuk umat Islam di luar negara-negara OKI, seperti India dengan penduduk Muslim sekitar 195 juta dan Ethiopia dengan 35,6 juta.

“Kedekatan Indonesia dengan negara-negara OKI merupakan salah satu aset utama Indonesia yang memungkinkan Indonesia menjadi produsen dan eksportir produk halal terbesar di dunia,” ujarnya.

Artikel sebelumyaBKKBN kaget 82.000 anggota keluarga di Kalimantan Tengah divaksinasi
Artikel berikutnyaAirlangga minta Pemprov Sulteng gencarkan vaksinasi