Beranda Warganet Kemenag bantah keterlibatan pegawainya dalam intervensi kasus Roy Zurio

Kemenag bantah keterlibatan pegawainya dalam intervensi kasus Roy Zurio

JAKARTA (ANTARA) – Juru Bicara Kementerian Agama Anna Husby membantah keterlibatan pegawainya yang diduga ikut campur dalam kasus Roy Surio terkait meme stupa yang diduga mirip Presiden Joko Widodo.

“Secara institusi, Kemenag tidak ada kepentingan ikut campur dalam kasus Roy Surio,” kata Anna Husby usai media gathering Hari Santri di Jakarta, Kamis.

Anna membuat pernyataan itu menanggapi pernyataan kuasa hukum Roy Suryo, Pitra Romadoni Nasution, yang mengatakan pegawai Kementerian Agama meminta kliennya mengaku bersalah. Dikatakannya, petugas dari Kementerian Agama datang menemui Roy Surio di Rutan Polda Metro Jaya.

Menurutnya, biarlah setiap acara peradilan dilaksanakan secara objektif. Independensi peradilan harus dihormati. Bahkan jika perwakilan Kementerian Agama turun tangan, dia menuntut hal itu dibuktikan.

“Tentang orang yang disebut pengacara, ungkap saja dan buktikan kebenarannya,” kata Anna.

Anna menjelaskan, Kemenag tidak pernah menjadikan kasus Roy Surio sebagai bahan perdebatan atau perdebatan.

Kementerian Agama menurutnya masih memiliki banyak tugas yang harus diselesaikan, baik dari segi pendidikan agama dan agama, serta peningkatan kualitas hidup umat beriman dan kerukunan.

“Biarkan persidangan berjalan secara objektif. Pengadilan yang akan memutuskan siapa yang bersalah dan siapa yang tidak. Kemenag juga akan fokus pada tugas dan fungsinya,” ujarnya.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Surio dalam tiga dakwaan dalam sidang mem-stupa yang diduga mirip Presiden Joko Widodo di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Rabu.

Tree menjelaskan bahwa Roy Surio dituduh dalam artikel pertama karena diyakini menyebarkan informasi palsu tentang kenaikan harga tiket candi Borobudur dan tidak dapat menjelaskan arti dari stupa Borobudur.

Selain itu, Roy Surio dijerat pasal 156A KUHP karena dianggap menyinggung perasaan atau tindakan yang bermusuhan, menyinggung, atau menodai agama yang dianut di Indonesia.

“Tiga orang Roy Surio didakwa melanggar pasal 19 UU No 1 Tahun 1946 karena diyakini menyebarkan berita yang tidak dapat dipercaya, berita yang berlebihan atau tidak lengkap yang dapat dengan mudah menimbulkan masalah di antara orang-orang,” kata Tree.

Artikel sebelumyaBRIN Lakukan Riset Otentikasi Makanan Halal
Artikel berikutnyaGugus Tugas COVID-19 Laporkan 1.830 Terkonfirmasi Positif