Beranda Warganet Kematian ibu menjadi tema utama Hari Keselamatan Pasien Sedunia

Kematian ibu menjadi tema utama Hari Keselamatan Pasien Sedunia

Jakarta (ANTARA). Angka kematian ibu melahirkan di Indonesia sebesar 76 persen menjadi perhatian pemerintah dalam program memperingati Hari Keselamatan Pasien Sedunia pada tahun 2021, kata juru bicara Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes).

“Ada tiga penyebab utama, yaitu pendarahan, ada juga yang meninggal karena hipertensi, yang menyebabkan kejang pada pasien saat melahirkan, dan ada penyebab lain yang disebabkan oleh penyakit penyerta seperti penyakit jantung, diabetes,” kata Dirjen pelayanan.pelayanan kesehatan di rumah sakit. Menteri Kesehatan RI Abdul Qadir dalam agenda. pertemuan skala besar “Hari Keselamatan Pasien Sedunia” diikuti pada hari Selasa di Jakarta.

Abdul mengatakan, faktor risiko persalinan muncul pada masa pra-kehamilan dan selama kehamilan. Proporsi kematian ibu selama kehamilan adalah sekitar 24 persen, saat melahirkan – 36 persen dan 40 persen – setelah melahirkan (setelah melahirkan).

“Lebih dari 62 persen kematian ibu dan bayi terjadi di rumah sakit. Setelah kami amati, ternyata penyebabnya adalah pasien dalam kondisi kritis saat tiba di rumah sakit,” ujarnya.

Berdasarkan hal tersebut, Kementerian Kesehatan telah membagi tiga strategi untuk meminimalkan angka kematian ibu saat melahirkan, yaitu: meningkatkan peran institusi pelayanan kesehatan primer dalam deteksi dini risiko kematian ibu, memperkuat sistem rujukan, dan melibatkan peran keluarga dan masyarakat dalam pencegahan keterlambatan pasien di rumah sakit.

“Semua wanita yang bersalin harus melahirkan di fasilitas medis,” katanya.

Abdul mengatakan Kementerian Kesehatan juga memperkuat kebijakan di daerah dengan merevitalisasi program Desa Siaga dan mematuhi standar pelayanan minimal (SPM) kesehatan ibu dan anak bersama Kementerian Dalam Negeri RI.

“Kami juga memperkuat koordinasi dengan organisasi profesi terkait untuk pemerataan sumber daya manusia dan peningkatan kapasitas, serta peran lintas sektor dalam pemberdayaan masyarakat dan penurunan angka kematian ibu,” ujarnya.

Kementerian Kesehatan RI juga terus mengefektifkan pemantauan penggunaan jaminan kesehatan masyarakat (JKN) dan jaminan persalinan untuk menurunkan angka kematian ibu.

Abdul menambahkan, Hari Keselamatan Pasien Sedunia 2021 yang diperingati setiap tahun pada tanggal 17 September menjadi dorongan bagi semua pihak untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan kematian pasien.

“Tema tahun ini adalah ‘Selamatkan Ibu dan Bayi Baru Lahir, Mari Berikan Pelayanan Persalinan yang Aman dan Bermartabat.’ Beban risiko yang terkait dengan kehilangan ibu dan bayi yang meninggal sangat tinggi, ”katanya.

Artikel sebelumyaUI-JICA Luncurkan Kursus Terbuka Modernisasi Jepang
Artikel berikutnyaHujan deras menyebabkan banjir di Serui, Yapen. pulau