Beranda News Kemarin mereka melarang masuk ke Omicron untuk melindungi kehormatan kepresidenan G20.

Kemarin mereka melarang masuk ke Omicron untuk melindungi kehormatan kepresidenan G20.

Jakarta (ANTARA) – Kantor berita Antara melaporkan berbagai perkembangan politik pada Jumat (3/12), dimulai dari Presiden Joko Widodo (Jokovi) memerintahkan Polri untuk mengantisipasi penyebaran Omicron demi menjaga kehormatan kepresidenan G20. …

Berikut rangkuman berita politik kemarin untuk disimak pagi ini.

1. Presiden memerintahkan polisi daerah di perbatasan untuk mencegah masuknya Omicron.

Presiden Jokowi telah memerintahkan jajaran Polri, khususnya kepolisian daerah (Polda), yang melintasi perbatasan negara, untuk menunggu penyebaran virus corona varian baru B.1.1.529, Omicron.

Lagi di sini

2. Presiden Jokovi mengucapkan selamat Hari Penyandang Disabilitas Internasional.

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengucapkan selamat atas perayaan Hari Disabilitas Internasional 2021 dengan mengunggah foto ke akun Instagram @jokowi, Jumat.

Lagi di sini

3. Presiden Jokovi memerintahkan Polri untuk menjaga kehormatan memimpin G20.

Presiden Joko Widodo (Jokovi) telah meminta Polri untuk menjunjung tinggi kepercayaan dan kehormatan negara-negara anggota G20 yang telah menunjukkan kepada Indonesia untuk memimpin G20 pada 2022.

Lagi di sini

4. Presiden Jokovi memperingatkan akan berkurangnya kepuasan publik di bidang hukum.

Presiden Joko Widodo mengingatkan jajarannya terkait penurunan kepuasan publik terhadap penegakan hukum, termasuk kebebasan berpendapat.

Lagi di sini

5. Wapres meminta agar pintu masuk diperketat untuk mencegah munculnya Omicron.

Wakil Presiden Maaruf Amin meminta seluruh aparat keamanan dan imigrasi memperketat jalur masuk di berbagai jalur masuk ke Indonesia, baik melalui jalur udara, darat maupun laut, untuk mencegah masuknya virus baru SARS-CoV-2 Tipe B. 1.1.529 atau Omikron.

Lagi di sini

Artikel sebelumyaPratinjau "Teka-teki jati" Karya Ernest Prakash resmi dirilis
Artikel berikutnya"Teka-teki jati"Upaya Ernest Prakashi untuk mencoba hal baru