Beranda Warganet Kelompok Sasaran: Mendukung peningkatan aktivitas dan tingkat pemulihan

Kelompok Sasaran: Mendukung peningkatan aktivitas dan tingkat pemulihan

Kasus aktif dan penyembuhan tidak akan berkurang jika tidak ada kerjasama yang baik dengan semua pihak.

Jakarta (ANTARA) – Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Profesor Viku Adisasmito menyatakan perlunya mendukung peningkatan kasus aktif dan angka kesembuhan akibat COVID-19 yang merupakan kabar baik.

“Jumlah kasus dan pemulihan tidak akan berkurang jika tidak ada kerja sama yang baik dari semua pihak, terutama tenaga kesehatan yang berjuang untuk menangani pasien COVID-19, serta pemerintah daerah yang cepat mengambil tindakan untuk memenuhi kebutuhan. institusi medis di wilayahnya. “Kata Wiku dalam jumpa pers yang dipantau secara online, di Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan angka kesembuhan di Indonesia sedikit lebih tinggi dibandingkan di dunia.

“Di Indonesia 89,5 persen, dan di dunia 89,47 persen,” jelasnya.

Sedangkan kasus aktif di Indonesia, lanjutnya, untuk pertama kalinya persentase ini lebih rendah dari kasus aktif di dunia yang mencapai 7,3 persen, sedangkan jumlah kasus aktif di dunia sebesar 8,43 persen.

“Saya mengapresiasi semua pihak, perbaikan ini jangan sampai membuat kita lengah, malah sebaliknya kita terus melakukan pembenahan dengan lebih semangat lagi. Namun, kita masih memiliki tantangan bersama yang besar yang harus kita selesaikan, yaitu angka kematian yang tinggi,” ujarnya.

Vicu mengatakan jumlah kematian di Indonesia masih lebih tinggi dibandingkan di dunia.

“Angka kematian di Indonesia saat ini 3,2 persen, dan di dunia 2,09 persen,” katanya.

Menurutnya, karena banyaknya kematian di Indonesia, Indonesia menempati peringkat ke-9 dunia dalam hal kumulatif kematian.

“Faktanya, pertumbuhan terjadi di 33 provinsi, atau hampir di seluruh provinsi di Indonesia,” ujarnya.

Dia mengatakan dari 33 provinsi yang tumbuh, ada lima provinsi dengan pertumbuhan tertinggi pada pekan ini, yakni Jawa Tengah naik 0,32 persen, Lampung dan Gorontalo naik 0,3 persen, Bali naik 0,24 persen, dan Bengkulu naik 0,7 persen.

“Ini menunjukkan bahwa secara umum masalah kematian akibat pandemi COVID-19 masih belum terselesaikan,” kata Vicu.

Dia menilai situasi saat ini tidak biasa karena biasanya, jika penyembuhan naik, kematian turun, dan sebaliknya, jika penyembuhan turun, kematian naik.

“Namun yang terjadi sekarang adalah kedua indikator tersebut sudah naik,” ujarnya.

Artikel sebelumyaBalai Kota Madioun memberi warga tes antigen cepat gratis
Artikel berikutnyaSembilan Anggota Pansus Pasquibraki dan Natun Terinfeksi COVID-19